Harga Cabai Rawit Merah Sentuh Rp60.700 per Kilogram Pagi Ini

11 Juli 2026, 05:24 WIB

Harga sembako hari ini mencatat pergerakan fluktuatif pada komoditas pangan utama di tingkat pedagang eceran nasional pada Sabtu (11/7/2026) pagi. Data terbaru menunjukkan komoditas hortikultura seperti cabai masih tertahan di tingkat harga yang cukup tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 06.21 WIB, harga rata-rata pedagang eceran nasional untuk komoditas cabai rawit merah kini berada di angka Rp60.700 per kilogram. Catatan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat fluktuasi yang terjadi sejak pencatatan hari sebelumnya.

Harga Sembako Makin Pedas! Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha | Liputan6

Daftar Harga Sembako dan Bahan Pangan Nasional

Pergerakan nilai jual eceran komoditas pangan ini mencerminkan dinamika pasokan di wilayah sentra produksi menuju pasar induk. "Kenapa harga cabai mahal" menjadi salah satu pertanyaan yang banyak mencuat di kalangan konsumen rumah tangga saat memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok belakangan ini.

Selain pergerakan secara nasional, fluktuasi pasokan pangan juga dilaporkan memengaruhi daftar harga sembako di jawa timur dan wilayah sekitarnya. Sejumlah daerah mencatatkan penyesuaian angka eceran secara berkala guna menyeimbangkan permintaan pasar konsumen lokal.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Untuk mempermudah pemantauan komoditas yang masuk dalam pengawasan rutin, berikut adalah rincian data harga rata-rata nasional eceran per kilogram untuk salah satu komoditas utama yang tercatat secara resmi dalam update harga pangan juli 2026.

Tabel Harga Komoditas Pangan Strategis Nasional 11 Juli 2026
Jenis Komoditas Pangan Harga Rata-Rata Nasional (per Kg)
Cabai Rawit Merah Rp60.700

Faktor Teknis di Tingkat Distribusi Pasar

Para pelaku usaha eceran menyebutkan bahwa pergeseran angka logistik dan pasokan dari petani menjadi faktor penyebab harga pangan naik untuk beberapa jenis sayuran segar. Ketergantungan terhadap cuaca di area pertanian lokal turut memengaruhi volume panen yang dikirim ke area perkotaan.

Masyarakat diimbau untuk mengenali kembali "apa saja yang termasuk sembako" guna menyusun prioritas belanja harian secara efektif. Pemantauan berkala dari instansi terkait seperti Badan Pangan dan Bank Indonesia terus berjalan guna menjaga kestabilan angka inflasi pangan nasional.

Hingga saat ini, monitoring berkala terhadap rantai pasok hilir masih diintensifkan oleh dinas perdagangan di tiap-tiap wilayah. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok barang pokok tetap aman di tingkat pedagang pasar tradisional maupun modern.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang