Harga Emas Dunia Melonjak ke 4.112 USD Imbas Data Pekerjaan AS Melemah

3 Juli 2026, 05:08 WIB

Harga emas dunia melonjak signifikan ke angka 4.112,14 USD per troy ons pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Lonjakan komoditas ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada jauh di bawah ekspektasi pasar, sehingga memperlemah posisi dolar AS.

Berdasarkan laporan pasar terkini, kenaikan harga emas dunia tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,00 persen dalam satu hari perdagangan terakhir. Fenomena ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah komoditas logam mulia sempat mengalami tekanan kuat dalam beberapa pekan sebelumnya.

Laporan dari Beritasatu menunjukkan bahwa pergerakan positif ini membalikkan tren negatif bulanan secara bertahap. Meskipun harga emas tercatat turun 7,28 persen dalam sebulan terakhir, komoditas ini masih membukukan kenaikan performa luar biasa sebesar 23,63 persen jika dibandingkan dengan posisi setahun lalu.

Harga Emas Terpantau Alami Penurunan | KONTAN TV

Faktor Pemicu Lonjakan Harga Emas Dunia

Faktor utama yang mendorong penguatan harga logam mulia ini adalah rilis data pekerjaan Amerika Serikat untuk bulan Juni 2026. Sektor ketenagakerjaan negara adidaya tersebut dilaporkan hanya menambah sebanyak 57.000 pekerjaan baru sepanjang bulan lalu.

Dampak Lesunya Pasar Tenaga Kerja AS

Angka penambahan lapangan kerja tersebut menjadi pencapaian terendah dalam 4 bulan terakhir. Realisasi ini juga berada jauh di bawah perkiraan para analis ekonomi yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 110.000 pekerjaan baru.

Kondisi ini diperparah oleh sektor rekreasi dan perhotelan di AS yang harus kehilangan 61.000 pekerjaan. Penurunan di sektor jasa ini tetap terjadi meskipun momentum pariwisata sedang terdongkrak oleh gelaran akbar Piala Dunia.

Indikator Ekonomi Makro Amerika Serikat

Di sisi lain, tingkat pengangguran di Amerika Serikat dilaporkan turun ke angka 4,2 persen. Sementara itu, pertumbuhan upah pekerja justru mengalami kenaikan sebesar 3,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Adapun indikator makroekonomi AS lainnya mencatat tingkat inflasi untuk bulan Mei 2026 bertengger di angka 4,20 persen, atau naik dari periode sebelumnya sebesar 3,80 persen. Sementara untuk posisi suku bunga pada Juni 2026 berada di level 3,75 persen.

Lemahnya data-data ekonomi ini langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral. Berdasarkan data kontrak berjangka Dana Fed, kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada bulan September kini merosot hingga di bawah 50 persen, dari yang sebelumnya mencapai 67 persen.

Pergerakan naik tidak hanya dialami oleh emas, melainkan juga terjadi pada beberapa komoditas logam lainnya secara global. Respons pasar terhadap pelemahan dolar AS ini membuat sebagian besar harga logam mengalami penyesuaian harga.

Berikut adalah perincian pergerakan harga komoditas logam mulia dan logam industri yang tercatat per 2 Juli 2026:

Daftar Harga Logam Dunia Per Juli 2026
Jenis Komoditas Harga Terkini Perubahan Harian Perubahan Bulanan Perubahan Tahunan
Emas (t.oz) 4.112,14 USD +2,00% -7,28% +23,63%
Perak 60,93 USD +3,12% -16,18% +65,34%
Tembaga 6,12 USD -0,12% -5,63% +20,02%
Baja 3.038,00 USD -0,26% -4,44% -0,39%

Sebagai informasi tambahan mengenai rekam jejaknya, harga historis emas dunia pernah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Rekor puncak tersebut berada di angka 5.608,35 USD per troy ons yang ditorehkan pada Januari 2026 silam.

Proyeksi Pasar dan Imbal Hasil Historis

Melihat volatilitas yang terjadi, model makro global dari Trading Economics memberikan gambaran mengenai pergerakan ke depan. Proyeksi harga emas diperkirakan dapat mencapai angka 4.269,70 USD per troy ons pada akhir kuartal ini.

Lebih lanjut, dalam jangka panjang atau dalam waktu 12 bulan ke depan, harga emas dunia diprediksi mampu menyentuh level 4.460,56 USD. Tren penguatan ini didukung oleh peran emas sebagai aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian pasar finansial global.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Dalam jangka panjang, performa komoditas ini memang terbukti kokoh terhadap inflasi mata uang domestik. Berdasarkan data historis Tradingview, emas memberikan imbal hasil rata-rata sebesar 15 persen per tahun terhadap mata uang Rupiah selama 25 tahun terakhir.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang