Harga Emas Dunia Melonjak ke 4170 USD per Ons Setelah Data Pekerjaan AS Melemah

4 Juli 2026, 05:17 WIB

Harga emas dunia melesat tajam ke level 4.170,25 USD per troy ons pada perdagangan Sabtu, 4 Juli 2026 pagi hari ini waktu Indonesia. Lonjakan ini mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama empat minggu berturut-turut sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2 persen.

Pasar komoditas global merespons positif rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan pasar. Kondisi ekonomi tersebut langsung memicu spekulasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.

Berdasarkan data resmi yang dirilis, jumlah pekerjaan nonpertanian (Non-Farm Payroll/NFP) di Amerika Serikat hanya meningkat sebanyak 57.000 pekerjaan sepanjang bulan Juni 2026. Angka tersebut berada jauh di bawah estimasi para analis yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 110.000 pekerjaan.

Melemahnya sektor tenaga kerja ini langsung menekan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Melalui indikator CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan kini merosot menjadi 50 persen, dari yang sebelumnya sempat bertahan di angka 66 persen.

Sentimen ini membuat instrumen emas kembali dilirik sebagai aset aman (safe haven). Penurunan ekspektasi suku bunga secara historis mengurangi biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti logam mulia.

Dukungan Borong Emas oleh Bank Sentral Global

Selain faktor makroekonomi Amerika Serikat, penguatan harga emas global juga ditopang oleh aksi nyata institusi finansial dunia. Dewan Emas Dunia melaporkan bahwa sejumlah bank sentral global terus menambah portofolio logam mulia mereka secara masif.

Sepanjang bulan Mei 2026, bank-bank sentral di berbagai negara tercatat telah menambah sebanyak 41 ton metrik emas bersih ke dalam cadangan devisa mereka. Akumulasi cadangan fisik ini memberikan fondasi yang kuat bagi pergerakan harga di pasar berjangka.

Kabar Baik! Harga Emas Terpantau Alami Penurunan | Nusantara TV

Analisis Performa Historis dan Perbandingan Komoditas

Sebelum menyentuh angka 4.170,25 USD per troy ons pada penutupan pekan ini, harga emas sejatinya telah menunjukkan sinyal reli sejak Kamis, 2 Juli 2026. Pada tanggal tersebut, harga emas bertengger di posisi 4.122,21 USD per troy ons atau naik sebesar 2,25 persen dari hari sebelumnya.

Jika ditinjau dari performa bulanan, harga emas dunia sebenarnya masih membukukan penurunan sebesar 7,05 persen selama sebulan terakhir akibat koreksi berkala. Namun, jika dibandingkan secara tahunan, posisi harga saat ini masih berada 23,93 persen lebih tinggi daripada periode yang sama di tahun lalu.

Sebagai catatan historis, emas sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level 5.608,35 USD per troy ons pada bulan Januari 2026 kemarin sebelum akhirnya mengalami konsolidasi sehat.

Statistik Pasar Komoditas Global

Pergerakan positif tidak hanya melanda sektor logam mulia emas, melainkan juga merembet ke beberapa instrumen komoditas tambang dan industri lainnya pada penutupan pasar teranyar.

Berikut adalah rincian data harga serta perubahan persentase komoditas global utama per tanggal 3 Juli 2026:

Tabel Kinerja Pasar Komoditas Global Per Juli 2026
Jenis Komoditas Harga Terkini (USD) Perubahan Harian Perubahan Bulanan Perubahan Tahunan
Emas (per t.oz) 4.170,25 +1,15% -6,81% +25,04%
Perak 62,30 +2,24% -15,63% +68,64%
Tembaga 6,17 +0,90% -5,24% +22,96%
Baja 3.054,00 +0,53% -3,08% +0,13%

Proyeksi Harga Emas dalam 12 Bulan ke Depan

Melalui pemodelan makro global Trading Economics serta kompilasi ekspektasi para analis komoditas, tren penguatan emas diprediksi masih memiliki ruang yang cukup lebar hingga akhir tahun nanti.

Harga emas diperkirakan akan ditransaksikan pada level 4.269,70 USD per troy ons pada akhir kuartal berjalan ini. Lebih lanjut, dalam rentang waktu 12 bulan ke depan, harga emas diproyeksikan mampu menembus level 4.460,56 USD per troy ons seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Hingga saat ini, para pelaku pasar di dalam negeri masih terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan dinamika pasar spot global untuk melihat seberapa besar dampak rambatan kenaikan harga emas dunia ini terhadap harga ritel emas batangan domestik.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang