Harga Emas Dunia Turun di Bawah 4000 Dolar AS per Ons

18 Juli 2026, 05:13 WIB

Harga emas dunia bergerak fluktuatif dan secara resmi tergelincir ke bawah level 4.000 dolar AS per ons pada perdagangan Sabtu, 18 Juli 2026. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi setelah komoditas logam mulia sempat anjlok tajam pada hari-hari sebelumnya.

Kondisi pasar global yang tidak menentu memicu volatilitas tinggi, di mana para pelaku pasar terus mencermati dinamika ekonomi global. Fluktuasi ini langsung berdampak pada perdagangan ritel di dalam negeri, membuat harga beli dan buyback emas domestik ikut mengalami penyusutan.

Berdasarkan data perdagangan hari Jumat, 17 Juli 2026, harga logam mulia dunia di pasar spot sebenarnya sempat menguat tipis sebesar 0,16 persen ke kisaran 4.003,35 dolar AS per ons. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama seiring tekanan jual yang kembali muncul menjelang akhir pekan.

Kontrak Berjangka dan Logam Komoditas Lain

Kondisi serupa terjadi pada kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus 2026 yang merangkak naik 0,16 persen ke level 3.998,20 dolar AS per ons. Sementara itu, Trading Economics mencatat logam mulia di pasar spot global lainnya berada di level 3.988,19 dolar AS per ons.

Di sisi lain, komoditas logam selain emas menunjukkan tren bervariasi pada penutupan pekan ini. Harga perak spot tercatat melemah tipis sebesar 0,07 persen menjadi 55,47 dolar AS per ons, sedangkan platinum merosot cukup tajam hingga 2,19 persen ke level 1.593 dolar AS per ons.

Dampak Penurunan Pasar Internasional Terhadap Emiten Domestik

Penyebab emas turun di level global berimbas signifikan pada harga retail di Indonesia yang merosot tajam dibandingkan hari sebelumnya. Pertanyaan investor mengenai "kenapa harga emas hari ini anjlok" terjawab oleh koreksi teknis di pasar spot internasional setelah sempat menyentuh level tertinggi.

Pada perdagangan akhir pekan, harga logam mulia produksi BUMN (Antam) berada di angka Rp2.606.000 per gram, atau melemah sebesar Rp27.000 dari hari sebelumnya. Penurunan lebih dalam terjadi pada harga buyback Antam yang berkurang Rp47.000 menjadi Rp2.333.000 per gram.

Berikut adalah tabel perbandingan harga jual dan buyback emas batangan dari berbagai produsen retail di Indonesia per gram:

Daftar Harga Emas Ritel Indonesia per Gram
Produsen/Merek Harga Jual (Rp) Harga Buyback (Rp) Penurunan Jual (Rp)
Antam 2.606.000 2.333.000 27.000
Pegadaian 2.575.000 2.415.000 28.000
UBS (Swasta) 2.588.000 2.408.000 27.000

Masyarakat yang ingin bertransaksi dapat memanfaatkan cara tahu harga buyback emas antam terbaru melalui portal resmi atau gerai butik emas terdekat. Penurunan harga ini dipandang oleh sebagian pelaku pasar sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi aset di harga yang lebih rendah.

Faktor Geopolitik dan Konflik Timur Tengah

Para analis komoditas menyatakan bahwa dampak perang timur tengah ke harga emas masih menjadi penentu utama kemana arah pasar bergerak selanjutnya. Sentimen geopolitik ini membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai (safe haven), meskipun dibayangi oleh aksi ambil untung (profit taking).

Sebelumnya pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, harga emas dunia di pasar spot sempat ditutup di level 3.985,1 dolar AS per troy ons. Angka tersebut mencerminkan kejatuhan sedalam 1,85 persen dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus menjadi level terendah dalam delapan bulan terakhir sejak November tahun lalu.

Harga Emas Antam Memudar Hari ini | toko emas dan perhiasan

Meskipun volatilitas jangka pendek bergejolak, prediksi harga emas beberapa bulan ke depan diperkirakan masih relatif kuat jika tensi geopolitik dunia kembali memanas. Selain faktor emas, komoditas energi seperti minyak jenis brent terpantau masih bertahan kokoh di atas level 80 dolar AS per barel.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Sebagai perbandingan historis pada awal bulan, harga jual logam mulia dalam satuan mikro di lembaga gadai per tanggal 1 Juli 2026 tercatat berada di angka Rp23.930 per 0,01 gram. Pelaku pasar kini cenderung bersikap wait and see sembari menunggu rilis data ekonomi makro Amerika Serikat pada pekan depan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang