Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian cetakan Antam dan UBS kompak mengalami penguatan atau kenaikan pada perdagangan Sabtu, 11 Juli 2026. Tren kenaikan di tingkat domestik ini tetap terjadi meskipun pergerakan harga emas di pasar global justru sedang berada di bawah tekanan.
Berdasarkan data resmi perdagangan yang dirilis, grafik harga emas hari ini memperlihatkan pergerakan positif untuk seluruh ukuran cetakan, baik Antam maupun UBS. Penguatan ini memberikan angin segar bagi para investor lokal yang memantau pergerakan portofolio mereka sejak pembukaan pasar pagi ini.
Anomali pergerakan pasar terlihat jelas pada akhir pekan ini, di mana harga jual domestik di Pegadaian kompak menguat, berbanding terbalik dengan kondisi ekosistem komoditas internasional. Pola penentuan nilai jual lokal ini dipengaruhi oleh dinamika serapan pasar dalam negeri serta penyesuaian nilai tukar mata uang.
Berikut adalah rincian data harga emas batangan yang berlaku di outlet Pegadaian pada hari ini:
| Jenis Cetakan | Berat Logam Mulia | Harga Jual Domestik |
|---|---|---|
| Antam | 0,5 Gram | – |
| Antam | 1 Gram | Rp2.655.000 |
| UBS | 1 Gram | – |
Kenaikan harga ini langsung direspons aktif oleh para pelaku investasi logam mulia di berbagai daerah, mengingat instrumen ini masih menjadi pilihan utama untuk lindung nilai aset jangka panjang.
Faktor Pemicu Anomali Pasar Emas Domestik dan Global
Masyarakat banyak yang mempertanyakan "kenapa harga emas dunia turun" di saat harga ritel dalam negeri justru merangkak naik. Penurunan harga emas di pasar internasional pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026 dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang naik signifikan.
Tekanan dari Pasar Komoditas Global
Pada penutupan perdagangan Jumat, pasar global mencatat harga emas dunia berada di level 4.121,05 dollar AS per ons. Nilai tersebut mengalami penurunan ke kisaran 4.100 dollar AS per ons, yang membuat komoditas safe haven ini melemah sekitar 1,5% dalam sepekan.
Di sisi lain, harga perak global berada pada posisi 59,85 dollar AS per ons pada penutupan perdagangan yang sama. Pelemahan emas global ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah global sebesar 5% sepanjang pekan akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Kebijakan Suku Bunga Federal Reserve
Faktor lain yang memberikan pengaruh suku bunga the fed ke harga emas adalah ekspektasi kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan adanya probabilitas atau peluang sebesar 60% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan September mendatang.
Kondisi pasar saat ini juga sedang menantikan langkah bank sentral Amerika Serikat tersebut. Pelaku pasar global dilaporkan sangat menantikan kesaksian penting dari Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
Aturan Pajak Terbaru Pembelian Emas Batangan
Selain faktor pergerakan harga global dan domestik, transaksi logam mulia di Indonesia saat ini juga diatur oleh regulasi perpajakan yang lebih meringankan konsumen. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah memberlakukan penyesuaian aturan pajak beli emas batangan terbaru.
Berdasarkan PMK Nomor 48 Tahun 2023 yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan, terdapat penyesuaian tarif PPh dan PPN atas penjualan logam mulia hingga batu permata. Otoritas fiskal memberikan insentif berupa pemotongan tarif bagi para pembeli resmi.
Langkah penyesuaian ini dijalankan langsung oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Melalui aturan tersebut, tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 terbaru untuk pembelian logam mulia bagi pemegang NPWP kini turun menjadi sebesar 0,25%, dari tarif semula yang dipatok sebesar 0,45%.
Kebijakan pemotongan pajak ini diharapkan dapat terus menggairahkan aktivitas investasi komoditas emas batangan di dalam negeri, sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak di sektor perdagangan logam mulia.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Aktivitas perdagangan di berbagai gerai emas lokal terpantau tetap berjalan normal dengan volume transaksi yang stabil. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sepanjang hari ini juga ikut menentukan posisi akhir harga jual beli emas di tingkat pengecer nasional.







