Harga Sembako Nasional Fluktuatif 10 Juli 2026 Cabai Rawit Merah Bertahan Tinggi

10 Juli 2026, 05:23 WIB

Perkembangan harga sembako hari ini Jumat, 10 Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang fluktuatif di sejumlah daerah di Indonesia. Komoditas cabai rawit merah secara nasional dilaporkan masih bertahan di level tinggi, sementara beberapa komoditas protein dan minyak goreng mengalami penyesuaian harga.

Memantau perkembangan harga bahan pokok secara harian sangat penting bagi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengatur belanja harian serta menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah situasi harga yang terus berubah.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Kondisi Pangan Nasional dan Daerah

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah bertahan di level Rp61.450 per kilogram. Komoditas cabai lainnya seperti cabai rawit hijau berada di angka Rp50.600 per kilogram, diikuti cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing sebesar Rp49.700 per kilogram.

Untuk sektor pemenuhan protein masyarakat, telur ayam ras berada di harga Rp29.050 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras segar dibanderol dengan harga Rp36.800 per kilogram secara nasional.

Harga Beras dan Minyak Goreng Meroket | Official iNews

Daftar Pergerakan Harga Komoditas Utama

Berikut adalah tabel ringkasan perkembangan harga beberapa komoditas pangan strategis secara nasional berdasarkan pemantauan terkini:

Daftar Harga Bahan Pokok Nasional 2026
Nama Komoditas Harga Nasional (per kg)
Cabai Rawit Merah Rp61.450
Cabai Rawit Hijau Rp50.600
Cabai Merah Besar Rp49.700
Cabai Merah Keriting Rp49.700
Daging Ayam Ras Segar Rp36.800
Telur Ayam Ras Rp29.050

Perkembangan Harga Sembako di Berbagai Wilayah

Fluktuasi harga kebutuhan pokok ini tersebar secara bervariasi di tingkat daerah, seperti yang tercatat di Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Selatan.

Update Harga Pangan Jawa Timur 2026

Data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang mencakup 29 kabupaten dan 9 kota menunjukkan pergerakan harga yang beragam. Beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,39% (Rp58) dan beras medium naik tipis 0,01% (Rp2).

Minyak goreng curah di Jawa Timur juga naik 0,62% (Rp126) bersama dengan minyak goreng kemasan premium yang naik 0,01% (Rp2). Sebaliknya, terjadi penurunan bermakna pada daging ayam kampung sebesar 3,48% (Rp2.431), telur ayam kampung 1,05% (Rp484), cabai merah keriting 1,83% (Rp583), dan cabai merah besar turun 3,76% (Rp1.163).

Daftar Harga Bahan Pokok di Jakarta Terbaru

Di DKI Jakarta, data informasi pangan mencatat semangka sebagai komoditas dengan kenaikan tertinggi sebesar 11,58% (Rp1.560) menjadi Rp15.033 per kilogram. Penurunan harga yang signifikan justru terjadi pada garam dapur sebesar 19,51% (Rp935) menjadi Rp3.858 per 250 gram, kacang kedelai turun 16,18% (Rp3.056) menjadi Rp15.833 per kilogram, dan cabai rawit hijau besar turun 15,84% (Rp6.666) menjadi Rp35.417 per kilogram.

Situasi Komoditas di Sumatera Selatan

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag), pergerakan harga di Sumatera Selatan mencatat 3 komoditas naik, 8 komoditas turun, dan sisanya stabil dari total 16 komoditas yang dipantau. Kenaikan tertinggi dialami kedelai impor sebesar 0,83% (Rp100) menjadi Rp12.179 per kilogram, sedangkan penurunan terdalam dialami cabai merah besar sebesar 1,71% (Rp655) menjadi Rp37.689 per kilogram.

Munculnya pertanyaan dari masyarakat mengenai "kenapa harga sembako naik turun" erat kaitannya dengan mekanisme pasar dan faktor eksternal produksi. Secara umum, naik turunnya harga kebutuhan pokok dipengaruhi oleh beberapa faktor utama berikut:

  • Mekanisme permintaan dan penawaran di pasar ritel.
  • Cuaca ekstrem atau perubahan musim yang mengganggu hasil produksi pertanian.
  • Kebijakan pemerintah terkait regulasi impor, subsidi, dan pajak komoditas.
  • Kenaikan biaya produksi atau transportasi seperti fluktuasi harga pupuk, bahan bakar, dan upah kerja.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang untuk barang impor serta hambatan logistik pada rantai distribusi.

Pergerakan harga di pasar mencerminkan kondisi pasokan dan distribusi riil di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerapkan cara hemat belanja bulanan saat harga naik serta terus memantau perkembangan harga guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang