Perkembangan harga sembako hari ini, Minggu, 28 Juni 2026, menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dan bervariasi di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas pangan pokok seperti cabai dan gas elpiji mengalami kenaikan, sementara komoditas bawang serta daging justru menunjukkan tren penurunan.
Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur mencatat pergerakan fluktuatif ini sejak Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 09.19 WIB. Perubahan harga harian ini langsung berdampak pada pengeluaran belanja rumah tangga masyarakat di berbagai daerah kabupaten dan kota.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia sebelumnya juga telah merilis daftar komoditas Informasi Harga Pangan Antar Daerah untuk pencatatan harga rata-rata per tanggal 26 Juni 2026. Data tersebut memperkuat adanya dinamika penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran pasar tradisional.
Rincian Perubahan Harga Komoditas Sembako Terbaru
Data resmi Siskaperbapo Jawa Timur menunjukkan bahwa kelompok sayuran pedas mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan. Sebaliknya, kelompok daging hewan ternak kompas menunjukkan penurunan yang meringankan beban konsumen.
Daftar Bahan Pokok yang Mengalami Kenaikan Harga
Kenaikan harga pangan hari ini didominasi oleh kelompok cabai dan gas melon. Banyak konsumen mempertanyakan "kenapa harga cabai naik" dalam beberapa hari terakhir ini di pasar.
- Gas elpiji 3 kg: Naik sebesar Rp 173 (sekitar 0,87%).
- Cabai keriting: Naik sebesar Rp 763 (2,32%).
- Cabai rawit: Naik sebesar Rp 416 (0,98%).
Daftar Bahan Pokok yang Mengalami Penurunan Harga
Meskipun beberapa komoditas naik, kabar baik bagi warga karena update harga daging ayam dan sapi terbaru justru mengalami penurunan. Penurunan ini bisa menjadi momentum penerapan tips belanja hemat di pasar bagi ibu rumah tangga.
Berikut adalah tabel perbandingan penurunan harga komoditas berdasarkan rilis resmi Siskaperbapo Jawa Timur:
| Nama Komoditas Sembako | Nominal Penurunan (Rp) | Persentase Penurunan (%) |
|---|---|---|
| Daging ayam kampung | Rp 1.892 | 2,69% |
| Bawang merah | Rp 719 | 1,79% |
| Bawang putih | Rp 638 | 1,82% |
| Daging ayam ras | Rp 566 | 1,77% |
| Cabai besar | Rp 428 | 1,31% |
| Daging sapi paha belakang | Rp 308 | 0,25% |
Faktor Penyebab Harga Bahan Pokok Naik Turun
Fluktuasi harga bahan pangan di pasar tradisional umumnya dipengaruhi oleh rantai pasokan dan tingkat permintaan pasar yang dinamis. Perubahan cuaca di wilayah sentra produksi juga kerap menjadi penyebab utama pasokan cabai segar tersendat ke pasar induk.
Untuk mengantisipasi pengeluaran yang membengkak, warga disarankan memahami cara menawar harga di pasar tradisional dengan bijak. Berbelanja sesuai kebutuhan bulanan menjadi salah satu tips belanja hemat di pasar yang paling direkomendasikan saat harga pangan tidak stabil.
Pemerintah daerah bersama satgas pangan terus melakukan pemantauan rutin di lapangan guna memastikan ketersediaan stok sembako tetap aman. Langkah pengawasan ini dilakukan untuk mencegah spekulasi harga yang berlebihan di tingkat pedagang selama akhir bulan Juni 2026.







