Dua dari tiga wakil Indonesia berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar Japan Open 2026 pada Selasa (14/6/2026). Seperti dilansir dari Bola, langkah impresif dipetik sektor tunggal putra dan ganda putri, meski satu amunisi andalan harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat. Kemenangan meyakinkan diraih Alwi Farhan saat memulangkan wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto.
Pebulu tangkis muda tersebut menyegel tiket putaran selanjutnya lewat permainan dua gim langsung 21-14, 21-11. Hasil positif turut diukir ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Pasangan ini mendominasi laga kontra wakil Chinese Taipei, Chang Ching Hui/Yang Ching Tun, sebelum menyudahi perlawanan lawan dengan skor 21-16, 21-8.
Sayangnya, Jonatan Christie yang berstatus unggulan keempat gagal melangkah lebih jauh. Ia harus mengakui keunggulan tunggal putra Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, usai kalah dua gim langsung 16-21, 14-21 di babak 32 besar.
Alwi Farhan menunjukkan performa matang kala meredam perlawanan Kenta Nishimoto. Ia tampil tenang dengan menjaga ritme permainan serta memanfaatkan momentum di lapangan tanpa membiarkan lawan berkembang. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dan dirasakan Nishimoto hari ini, saya hanya memanfaatkan apa yang terjadi di lapangan. Saya fokus dengan permainan saya,” kata Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI.
Kemenangan ini membawa juara Australian Open 2026 tersebut berhadapan dengan utusan Prancis, Alex Lanier. Pertemuan mendatang diprediksi tidak mudah mengingat catatan laga sebelumnya. “Di babak 16 besar akan bertemu Alex Lanier (Prancis). Tidak masalah bagi saya walau di pertemuan-pertemuan terakhir sulit untuk saya tapi saya harus mengalami banyak hal yang bikin saya tidak nyaman, sehingga membuat saya lebih kuat,” ujar Alwi.
Kendala Adaptasi Hentikan Jonatan Christie
Kekalahan Jonatan Christie tidak lepas dari kesulitan mengantisipasi perubahan laju shuttlecock. Karakter laju di arena pertandingan dinilainya jauh berbeda dibandingkan saat menjalani sesi latihan sebelumnya. “Pertama kondisi shuttlecock-nya cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan, hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya. Jadi tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya tapi ya tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu,” kata Jonatan. Mantan juara All England ini mengakui pergerakannya terlambat dalam mengimbangi permainan agresif yang ditunjukkan oleh Panitchapon Teeraratsakul, khususnya sepanjang gim kedua.
“Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun tapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif,” ujar Jonatan.
Febriana/Meilysa Bersiap Hadapi Unggulan Utama
Di sektor ganda putri, dominasi Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sudah terlihat sejak awal laga. Kontrol permainan yang solid membuat pasangan Chinese Taipei kesulitan keluar dari tekanan. Tantangan amat berat sudah menanti Ana/Trias pada babak 16 besar Japan Open 2026.
Mereka dijadwalkan menantang ganda putri terbaik asal China sekaligus unggulan pertama turnamen, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Kedisiplinan serta kesiapan mental menjadi fokus utama Ana/Trias demi meredam ketangguhan pasangan peringkat atas dunia tersebut.
“Kami melawan Liu Sheng Shu/Tan Ning, kami ingin main bagus. Harus fokus dari awal pertandingan,” ujar Trias.






