Dua tunggal putri Indonesia mencatatkan hasil yang kontras pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 yang digelar di Adidas Arena, Paris, Prancis, pada Kamis (28/8/2025).
Seperti dikutip dari Papanskor, Putri Kusuma Wardani berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final. Sebaliknya, perjuangan Gregoria Mariska Tunjung harus terhenti di babak yang sama.
Berdasarkan data dari laman resmi BWF, Indonesia mengirimkan total sembilan wakil untuk memperebutkan tempat di perempat final turnamen yang telah bergulir sejak tahun 1977 ini.
Putri Kusuma Wardani, yang akrab disapa Putri KW, menjadi wakil Indonesia pertama yang berlaga pada hari itu. Ia bertanding di lapangan 2 pada partai kedua.
Ia berhadapan dengan pemain muda asal Jepang, Tomoka Miyazaki. Laga ini menjadi pertemuan keempat bagi kedua pemain yang menghuni posisi unggulan berdekatan.
Putri KW menempati posisi unggulan kesembilan, sedangkan Tomoka Miyazaki berada di posisi unggulan kedelapan dalam turnamen ini.
Sebelum laga ini, Putri KW unggul catatan pertemuan 2-1 dan memenangi laga terakhir mereka di Japan Open 2025. Tren positif tersebut berhasil dipertahankan.
Putri KW tampil menekan sejak awal dan menang straight game langsung dengan skor 21-12 dan 21-11. Pertandingan tersebut selesai dalam waktu 38 menit.
Hasil positif ini mengantarkan Putri KW menjadi wakil pertama Indonesia yang memastikan diri lolos ke babak perempat final Kejuaraan Dunia 2025.
Gregoria Mariska Tumbang di Tangan Wakil Korea Selatan
Hasil berbeda didapat oleh Gregoria Mariska Tunjung yang bertanding pada partai ketiga di lapangan 4. Ia berhadapan dengan pemain Korea Selatan, Sim Yu Jin.
Pertandingan ini merupakan pertemuan kedelapan bagi kedua pebulutangkis. Gregoria sebenarnya memiliki catatan keunggulan head to head yang meyakinkan dengan 6-1 atas Sim Yu Jin.
Namun, Gregoria tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya dalam laga kali ini. Ia harus mengakui keunggulan lawannya dua game langsung.
Gregoria kalah dengan skor akhir 15-21 dan 18-21 dalam durasi 31 menit. Kekalahan ini membuat langkahnya terhenti di Kejuaraan Dunia 2025.







