Hasil undian pembagian grup Piala Dunia 2026 memastikan Tim Nasional Belanda dan Jepang berada dalam satu kelompok yang sama di Grup F. Pertemuan kedua negara di panggung olahraga ini memicu ingatan kolektif pada peristiwa sejarah tahun 1942 silam. Seperti dikutip dari Papanskor, momentum bertemunya dua kekuatan sepak bola ini terjadi saat Indonesia kembali absen dalam turnamen akbar tersebut.
Catatan sejarah mencatat militer Jepang pernah menguasai wilayah Hindia Belanda pada masa Perang Dunia II, tepatnya dari Maret 1942 sampai 1945.
Berdasarkan data dari NIOD Instituut, masa pendudukan tersebut mengakibatkan 21 ribu warga Eropa yang mayoritas berpaspor Belanda meninggal dunia. Selain itu, pihak Jepang juga menahan sekitar 90 ribu warga sipil beserta 40 ribu anggota militer.
Secara keseluruhan, dampak perang dan kelaparan pada masa itu memicu kematian sekitar 4 juta jiwa yang sebagian besar merupakan penduduk lokal. Bagi pihak Belanda, kedatangan tentara Jepang mengikis sekitar 7 persen dari total populasi warga mereka yang menetap di Hindia Timur.
Ketegangan antara kedua belah pihak di Nusantara akhirnya mereda seiring kekalahan Jepang oleh Sekutu dan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kini, persaingan kedua negara kembali berlanjut di lapangan hijau setelah delapan dekade berlalu semenjak berakhirnya konflik dunia. Laga di fase grup mendatang akan menjadi pertandingan keempat bagi kedua tim, sekaligus pertemuan kedua mereka dalam sejarah Piala Dunia.
Sejauh ini, tim Oranje memegang keunggulan rekor pertemuan lewat catatan dua kali kemenangan dan satu hasil imbang.
Pada putaran final Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan, Belanda berhasil menumbangkan Jepang dengan skor tipis 1-0.
Catatan Langkah Timnas Indonesia
Saat dua mantan penguasa historis tersebut bersaing di Grup F, tim Garuda dipastikan kembali menjadi penonton.
Indonesia tercatat belum pernah lagi menembus putaran final turnamen ini sejak terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1938 dengan nama Hindia Belanda. Peluang terdekat menuju putaran final edisi ini sebenarnya sempat terbuka saat tim asuhan pelatih Garuda menembus kualifikasi babak keempat.
Kendati demikian, perjuangan mereka terhenti di Jeddah setelah menelan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi serta tumbang 0-1 saat menghadapi Irak. Hasil tersebut membuat Indonesia harus mengalihkan fokus dan menunggu kesempatan berikutnya pada kualifikasi Piala Dunia 2030.
Proses undian yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat, pada Jumat malam waktu setempat juga menyisakan beberapa slot yang belum terisi. Kepastian penuh mengenai peta persaingan grup baru akan terlihat final setelah babak play-off zona Eropa dan antarkonfederasi rampung pada Maret 2026. Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.






