Seekor Hiu Tutul 1,5 Ton Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Batukaras

6 Agustus 2026, 10:16 WIB

Warga dan nelayan di kawasan Pantai Sanghiangkalang, Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dihebohkan oleh peristiwa terdamparnya seekor hiu tutul raksasa. Satwa tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ketika awal mula teramati oleh warga sekitar, mamalia laut tersebut diketahui masih bergerak. Namun, proses penyelamatan tidak memungkinkan untuk dilakukan lantaran lokasi pesisir tergolong sangat gelap serta terpaan arus laut cukup kencang.

Spesies yang tergolong sebagai satwa dilindungi ini diperkirakan memiliki panjang tubuh mencapai lima meter dengan bobot berkisar 1,5 ton. Kesehatan satwa berukuran besar itu terus menurun dalam waktu singkat hingga akhirnya mati di lokasi tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Hingga Selasa pagi, keberadaan bangkai satwa dilindungi di tepi pantai itu menjadi pusat perhatian warga setempat. Berdasarkan pengamatan para nelayan sehari sebelum kejadian, satwa tersebut sempat terlihat berenang sangat dekat dengan area daratan.

Kemunculan satwa berkarakter jinak ini diduga kuat akibat mengejar kawanan ikan kecil yang menjadi sumber makanannya hingga akhirnya terjebak di zona air dangkal. Sejumlah nelayan bahkan sempat mendengar suara yang berasal dari arah hiu tersebut saat peristiwa berlangsung.

Bagi warga lokal Batukaras, fenomena kemunculan hiu tutul bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Satwa yang kerap disapa masyarakat setempat dengan sebutan ikan persong atau naga bentang ini memang sering terlihat setiap kali memasuki musim kemarau di perairan Pangandaran.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kontamina Batukaras, Dede Sutarman, menjelaskan bahwa kedatangan hiu tutul tersebut justru dipercaya sebagai pertanda alami datangnya musim kemarau sekaligus indikator melimpahnya populasi ikan di laut sekitar.

"Hitu tutul itu juga sering disebut ikan persong atau ikan naga bentang kalo orang sini bilangnya," kata Dede.

"Kepercayaan masyarakat sini seperti itu," ujar Dede saat menjelaskan keyakinan warga terkait terdamparnya satwa tersebut sebagai penanda melimpahnya hasil tangkapan laut.

Dede menambahkan bahwa penemuan awal satwa sepanjang lima meter tersebut murni dilaporkan oleh warga dan nelayan lokal.

"Panjangnya sekitar lima meter. Rencananya akan dikubur setelah air laut surut," kata Dede.

Proses pemindahan bangkai dari pesisir akan segera dilaksanakan begitu kondisi air laut surut sepenuhnya. Penguburan bangkai satwa tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di kawasan wisata Pantai Batukaras.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang