Unggahan video viral mengenai dua pria yang seluruh tubuhnya dililit lakban cokelat tebal hingga menyerupai karakter Teletubbies dipastikan 100 persen tidak benar atau hoaks. Saya melihat rekaman tersebut sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan narasi palsu yang menyebutkan mereka adalah pelaku kriminal yang sedang dihukum oleh warga. Sebagai penikmat konten digital, saya merasa miris melihat bagaimana sebuah karya kreativitas lokal dipelintir menjadi berita negatif demi mendongkrak interaksi media sosial.
Faktanya, video yang beredar luas sejak awal pekan tersebut sama sekali tidak merekam aksi main hakim sendiri terhadap pelaku kriminalitas. Potongan video berdurasi pendek tersebut aslinya berasal dari sebuah platform video pendek yang kemudian disebarkan ulang ke berbagai lini masa. Narasi yang dibangun di media sosial mengklaim bahwa warga yang geram sengaja membungkus seluruh tubuh pelaku menggunakan gulungan perekat komersial agar tidak bisa melarikan diri.
Pemilik asli video sekaligus pemilik akun TikTok @ferri_irawan97, Ferri Irawan, akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang telanjur dipercaya masyarakat. Ferri Irawan menegaskan bahwa dirinya dan rekan di dalam video bukanlah penjahat, melainkan kreator konten atau talent yang sedang bekerja di TikTok.
Kegiatan tersebut murni merupakan pemenuhan tantangan pembuatan konten interaktif yang biasa dilakukan untuk menghibur para pengikut mereka di platform digital. Proses pelilitan badan menggunakan lakban cokelat tebal tersebut dilakukan secara sadar demi kebutuhan visual hiburan, bukan karena sanksi sosial warga. Pihak kreator sendiri menyayangkan adanya oknum yang memotong video tersebut dan membumbuinya dengan takarir penangkapan pelaku kejahatan. Penyebaran informasi palsu ini sempat memicu keresahan dan salah paham di kalangan netizen yang menyangka peristiwa itu nyata.
Video viral mengenai dua pria yang seluruh tubuhnya dililit lakban cokelat tebal hingga menyerupai karakter "Tinky Winky" (Teletubbies) karena dihukum warga akibat mencuri adalah informasi palsu atau hoaks. Kejadian asli dalam video tersebut merupakan sebuah challenge pembuatan konten oleh kreator konten TikTok.
Reaksi Publik dan Sorotan Tokoh Kepolisian
Meskipun narasi yang menyertai video tersebut terbukti palsu, unggahan yang dibagikan pada Selasa, 30 Juni 2026 ini telanjur menarik perhatian ribuan warganet dan tokoh publik. Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi oleh respons yang beragam, mulai dari yang merasa terhibur hingga yang mempertanyakan logistik pembuatan konten.
Anggota kepolisian sekaligus selebgram yang cukup dikenal di jagat maya ikut memberikan perhatian pada kreativitas visual tersebut. Ipda MP Ambarita menyampaikan apresiasinya terhadap konsep visual yang unik tersebut melalui sebuah komentar singkat.
"Great idea (ide bagus)."
Komentar tersebut menunjukkan bahwa dari sudut pandang estetika visual dan keunikan ide, konsep pembungkusan karakter ini dinilai berhasil mencuri perhatian penonton secara luas. Namun, apresiasi ini tentu merujuk pada aspek kreativitas pembuatan konten, bukan pada narasi main hakim sendiri yang disebarkan oleh oknum penemu video.
Ragam Komentar Unik dari Netizen
Warganet ikut membanjiri unggahan asli dengan berbagai komentar menggelitik yang menyoroti rapinya proses pelilitan perekat tersebut pada tubuh sang talent. Beberapa di antaranya bahkan bercanda mengenai proses pengiriman sang karakter ke kantor polisi terdekat karena bentuknya yang sudah menyerupai paket siap kirim.
Berikut adalah beberapa kutipan komentar dari warganet yang sempat meramaikan video viral tersebut di platform digital:
- Warganet pertama melontarkan candaan: "Mending diperban daripada digebukin ya,"
- Warganet kedua ikut menambahkan: "Packingnya sudah rapi, tinggal dikirim ke polres terdekat yaa,"
- Warganet ketiga memberikan tanggapan: "Budayakan kek gini,"
- Warganet keempat mempertanyakan jumlah material: "Itu habis berapa roll lakban gess ?"
Tingginya interaksi ini menunjukkan betapa besarnya potensi keterlibatan penonton ketika sebuah konten memiliki daya tarik visual yang tidak biasa. Sayangnya, potensi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan misinformasi demi mendapatkan penonton instan.
Dampak Penggunaan Material Perekat pada Tubuh
Dari segi teknis pembuatan konten, penggunaan lakban cokelat tebal untuk membungkus seluruh tubuh manusia sebenarnya memiliki risiko tersendiri yang perlu diwaspadai. Menurut saya, meskipun menghasilkan visual yang rapi dan mirip karakter boneka fiksi, metode ini memerlukan persiapan matang agar tidak membahayakan keselamatan sang model.
Perekat berbahan plastik tebal memiliki sifat kedap udara yang sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan suhu tubuh talent secara drastis jika digunakan terlalu lama. Selain itu, proses pelepasan material perekat yang menempel langsung pada pakaian atau lapisan pelindung tubuh membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan cedera kulit.
Kreator konten profesional biasanya menggunakan lapisan pelindung khusus berupa kain atau plastik wrap tipis sebelum melapisinya dengan lakban cokelat eksterior. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pembongkaran kostum setelah pengambilan gambar selesai dilakukan tanpa merusak pakaian dasar talent.
Analisis Kelebihan dan Kekurangan Konten Lakban Karakter
Sebagai seorang pengamat konten, saya melihat metode pembuatan visual karakter menggunakan teknik lilitan lakban ini memiliki sisi positif dan negatif yang cukup berimbang. Teknik ini memang sangat efektif untuk memancing rasa penasaran penonton karena hasil akhirnya yang terlihat sangat presisi dan tidak biasa.
Namun, efisiensi waktu dan faktor kenyamanan talent menjadi catatan kritis yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh para kreator pemula. Proses pelilitan yang membutuhkan konsentrasi tinggi agar hasilnya rapi sering kali memakan waktu pengerjaan yang tidak sebentar.
Berikut adalah perbandingan elemen teknis terkait pembuatan konten visual dengan metode pelilitan material perekat tebal:
| Parameter Penilaian | Sisi Kelebihan (Pros) | Sisi Kekurangan (Cons) |
|---|---|---|
| Dampak Visual | Sangat rapi dan mirip karakter fiksi asli | Bisa disalahgunakan untuk narasi hoaks penangkapan |
| Kebutuhan Logistik | Bahan baku mudah didapatkan di toko terdekat | Menghabiskan banyak gulungan material perekat |
| Faktor Kenyamanan | Membuat siluet tubuh karakter terlihat tegas | Kedap udara dan memicu peningkatan suhu tubuh |
| Proses Pelepasan | Bisa digunting dengan cepat jika memakai pelindung | Risiko merusak lapisan pakaian dalam talent |
Melihat tabel analisis di atas, jelas bahwa di balik keunikan visual yang dihasilkan, ada konsekuensi logistik dan kenyamanan yang harus dibayar mahal oleh tim produksi. Kreator harus memastikan aspek keselamatan talent tetap menjadi prioritas utama selama proses pengambilan gambar berlangsung.
Fenomena hoaks yang menimpa kreasi Ferri Irawan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kreator konten di Indonesia mengenai pentingnya menyertakan takarir penjelas yang tegas sejak awal video diunggah. Tanda air atau teks berupa penegasan bahwa video tersebut murni hiburan atau tantangan kreatif dapat meminimalisasi risiko penyalahgunaan video oleh pihak ketiga untuk menyebarkan berita bohong di masyarakat.







