Hotel-hotel di Kota Dunedin, Selandia Baru, sudah menjual habis kamar mereka untuk menyambut fenomena gerhana matahari total yang akan terjadi pada 22 Juli 2028. Fenomena langka ini menjadi yang pertama terlihat di Selandia Baru sejak 1965, menjadikan Dunedin sebagai lokasi utama untuk menyaksikan gerhana.
Gerhana matahari total akan menyebabkan kota ini gelap gulita selama 2 menit 51 detik mulai pukul 16.17 waktu setempat. Dunedin berada tepat di jalur tengah totalitas, memberikan pengalaman terbaik sebelum matahari terbenam, dilansir dari Detik Travel.
Paket wisata khusus dari Dunedin Leisure Lodge yang mencakup kacamata gerhana gratis juga sudah terjual habis sejak 23 Juli, menunjukkan antusiasme besar masyarakat dan wisatawan.
Warren Hurley, anggota Masyarakat Astronomi Dunedin, menjelaskan bahwa jalur gerhana melewati Samudra Hindia, Australia tengah, Sydney, Milford Sound, Queenstown, dan berakhir di Dunedin.
"Jalur gerhana dimulai di Samudra Hindia dan melintasi Australia tengah, tepat di utara Alice Springs, kemudian melewati Sydney, dan kemudian melewati tepat di utara Milford Sound dan Queenstown, dan terus melalui Central Otago ke Dunedin," ujar Warren Hurley.
Fenomena serupa sangat jarang terjadi di kawasan ini, terakhir kali terjadi pada tahun 1163. Masyarakat Astronomi Dunedin memperkirakan sekitar 50.000 wisatawan akan datang untuk menyaksikan momen ini.
Pemerintah kota menyambut gembira peristiwa ini yang jatuh delapan hari setelah Matariki, Tahun Baru Māori, dengan menyebutnya sebagai kesempatan unik untuk perayaan yang berakar pada budaya dan ilmu pengetahuan.
Selain di Selandia Baru, gerhana ini juga akan terlihat di belahan bumi lain seperti Greenland, Islandia, dan Spanyol Utara pada 12 Agustus mendatang. Di Inggris dan Irlandia, meskipun tidak total, sekitar 90 persen matahari akan tertutupi bulan, fenomena terbesar sejak 1999.






