Hubungan internal Barcelona kembali memanas setelah Xavi Hernandez dilaporkan tidak lagi dilibatkan dalam berbagai aktivitas resmi klub. Kebijakan ini menyusul kritik terbuka yang pernah disampaikan sang mantan pelatih terhadap kepemimpinan Joan Laporta.
Seperti dikutip dari Bola yang melansir laporan Catalunya Radio dan AS, legenda Blaugrana tersebut sengaja disingkirkan dari daftar skuad agenda Barcelona Legends. Nama mantan gelandang Spanyol itu absen dalam dua laga terakhir yang menghadirkan aksi Ronaldinho di Miami serta Rivaldo di Seoul.
Pencoretan ini diduga kuat bakal terus berlanjut pada laga-laga mendatang. Keputusan terkait pemilihan pemain diketahui berada di bawah kendali Alejandro Echevarria, mantan ipar sekaligus sosok kepercayaan Laporta.
Echevarria sendiri sempat dikritik secara tajam oleh mantan pelatih Al Sadd tersebut dalam sesi wawancara awal tahun ini.
"Echevarria memiliki kekuasaan lebih besar daripada Laporta di klub," kata Xavi saat itu.
Keretakan hubungan ini makin meruncing setelah sang mantan kapten mengungkit kegagalan Barcelona memboyong kembali Lionel Messi pada 2023. Ia menilai penjelasan pimpinan klub mengenai pembatalan transfer bintang Argentina tersebut tidak sesuai dengan fakta lapangan.
"Presiden juga tidak mengatakan yang sebenarnya dalam hal itu. Leo sudah hampir bergabung," ujar Xavi.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan Messi telah terjalin sejak Januari 2023, tak lama usai gelaran Piala Dunia. Seluruh kesepakatan taktis hingga izin dari pihak penyelenggara liga sebenarnya sudah dikantongi.
"Pada Januari 2023, setelah menjuarai Piala Dunia, kami mulai berkomunikasi dan dia mengatakan ingin kembali. Kami terus berbicara hingga Maret. Saya mengatakan kepadanya, 'Baik, ketika Anda memberi lampu hijau, saya akan berbicara kepada presiden karena dari sudut pandang sepak bola, saya melihat itu sebagai langkah yang tepat'," ungkap Xavi.
Namun, dalam proses akhir negosiasi antara manajemen dan perwakilan sang pemain, pihak presiden klub mendadak membatalkan rencana kepulangan tersebut secara sepihak.
"Presiden mulai bernegosiasi mengenai kontrak dengan ayah Leo dan kami juga sudah mendapatkan persetujuan dari La Liga. Namun, presidenlah yang akhirnya menggagalkan semuanya," ucapnya.
Kekecewaan dan Pencoretan Skuad
Laporan dari AS menyebutkan bahwa pria yang identik dengan nomor punggung enam tersebut merasa kecewa dan marah atas perlakuan manajemen. Ia sebenarnya sangat berharap bisa berlaga kembali bersama mantan rekannya seperti Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Javier Mascherano.
Akan tetapi, kepastian pencoretan tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh perwakilan klub melalui sambungan telepon kepada agen sang legenda sebelum laga di Korea Selatan berlangsung.
Kondisi ini menambah daftar panjang ketegangan kepemimpinan klub dengan para pelatihnya. Sebelumnya, hubungan manajemen juga sempat memburuk dengan Ronald Koeman sebelum akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.
Perselisihan Xavi dan manajemen puncak sebelumnya sempat diwarnai keputusan pembatalan pengunduran diri pada awal 2024. Namun, ia akhirnya resmi dipecat sebelum musim 2023/2024 berakhir tanpa raihan gelar usai mengkritik kondisi finansial klub.
Meski hubungannya dengan jajaran direksi memburuk, sang mantan juru taktik menegaskan tetap menjaga hubungan baik dengan penerusnya, Hansi Flick, yang kini sukses membawa klub menguasai kembali kompetisi domestik Spanyol.







