India Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026

8 Agustus 2026, 18:01 WIB

Ancaman berkurangnya pesaing Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 kini membayangi kawasan Asia Tenggara. Federasi Sepak Bola India dilaporkan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini dipicu oleh bentroknya jadwal kejuaraan dengan laga uji coba internasional melawan Brasil.

Pertandingan tersebut dijadwalkan pada September hingga Oktober 2026, dikutip dari Bola. India sebelumnya berada di Grup A Divisi 1 bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung dari 24 September hingga 3 Oktober 2026.

Namun, laga persahabatan melawan Brasil di Kolkata juga ditetapkan pada 3 Oktober 2026. Jadwal tersebut tepat bertepatan dengan hari terakhir gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.

Situasi kian rumit karena FIFA melarang India menurunkan tim U-23 atau skuad pelapis. Kebijakan ini memaksa federasi memilih satu agenda prioritas. Pengurus federasi sepak bola India lebih condong memilih laga kontra Brasil. Pertandingan itu dipandang sebagai salah satu hajatan sepak bola terbesar di negara tersebut.

Guna menggelar pertandingan megah tersebut, anggaran besar telah disiapkan. AIFF mengalokasikan dana sekitar 60 hingga 70 crore rupee atau setara Rp111,3 miliar hingga Rp129,9 miliar. Sumber pendanaan dipenuhi dari penjualan tiket, dukungan sponsor, serta porsi bantuan Pemerintah Benggala Barat. Persiapan finansial menunjukkan keseriusan pihak penyelenggara.

Jika India benar-benar mundur, Timnas Indonesia kehilangan satu kompetitor kuat di babak penyisihan grup. Peta persaingan kawasan pun akan mengalami perubahan. Rencana pengunduran diri ini menuai kritik tajam dari mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia.

Ia menilai turnamen resmi memberi faedah lebih besar dibanding laga eksibisi. "Saya sangat menegaskan bahwa tim utama harus bermain di FIFA ASEAN Cup. Itu kompetisi yang jauh lebih baik daripada Piala SAFF," ujar Bhaichung Bhutia.

Ia menegaskan bahwa menjalani beberapa pertandingan kompetitif amat berharga untuk perkembangan pemain. Jumlah laga yang lebih banyak mempercepat pematangan taktik tim.

"Brasil tetaplah Brasil dan tentu bagus melawan mereka. Namun waktunya tidak tepat. Anda hanya memainkan satu pertandingan.

Apa manfaatnya bagi perkembangan jangka panjang tim nasional?" kata Bhaichung Bhutia. Bhutia menyebut ajang FIFA ASEAN Cup memberikan pengalaman tanding berharga bagi deretan pemain muda. Kompetisi ini bisa menjadi ujian kesiapan mental.

Lawan yang dihadapi seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura berpotensi kembali bertemu pada kualifikasi Piala Asia maupun kualifikasi Piala Dunia 2030.

Pengalaman menghadapi kekuatan Asia Tenggara menjadi modal penting pembangunan kekuatan jangka panjang. Menghadapi tim sejajar memberikan gambaran kemampuan sebenarnya.

Kini keputusan akhir berada penuh di tangan pimpinan AIFF. Mundur dari kejuaraan kawasan demi satu laga uji coba berisiko merugikan proses pembinaan tim nasional India.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang