Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kehutanan sosial tingkat ASEAN bertajuk Regional Knowledge Sharing of ASEAN Guiding Principles for Effective Social Forestry Legal Frameworks di Jakarta pada 4-5 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detik Travel.
Forum ini diselenggarakan untuk memperkuat kerja sama regional dalam membangun tata kelola perhutanan sosial yang efektif, transparan, dan inklusif di kawasan Asia Tenggara, dengan melibatkan 11 negara ASEAN serta pemangku kepentingan kehutanan Indonesia.
Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Marcus Octavianus Susatyo, menyampaikan perkembangan kerja sama di tingkat regional melalui berbagai forum dan pertukaran pengetahuan antarnegara.
"Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan aspirasi regional, memperkuat kepastian tenurial, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan," ujar Marcus Octavianus Susatyo, Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan.
Para peserta bertukar pengalaman mengenai perkembangan kebijakan, praktik baik, inovasi, dan tantangan implementasi. Lokakarya tahun 2026 ini melanjutkan penguatan kapasitas sebelumnya, termasuk identifikasi pedoman pada 2024 oleh AWG-SF, RECOFTC, dan ClientEarth, serta pelatihan nasional instansi kehutanan pada 2025.
Perwakilan ClientEarth untuk Jepang dan Asia Tenggara, Azam Hawari, menekankan pentingnya ruang belajar bersama untuk menghadapi berbagai tantangan implementasi perhutanan sosial di lapangan.
"Tidak ada satu negara yang memiliki seluruh jawaban. Karena itu, forum ini menjadi penting untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menemukan solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan konteks masing-masing negara," jelas Azam Hawari, Perwakilan ClientEarth untuk Jepang dan Asia Tenggara.
Penguatan tata kelola perhutanan sosial tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian akses kelola bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.






