Para pebulutangkis papan atas dunia bersiap memulai perebutan takhta juara pada turnamen bergengsi China Open 2025. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung dari Selasa (22/7) hingga Minggu (27/7).
Gelaran akbar ini mengambil tempat di Olympic Sports Centre Gymnasium Changzhou, Tiongkok. Berdasarkan informasi dari bwfbbadminton.com, pertandingan sengit babak 32 besar langsung tersaji sejak hari pertama.
Turnamen internasional ini memiliki sejarah panjang sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1986. Seperti dilansir dari Papanskor, Indonesia langsung menyabet dua predikat juara pada edisi perdana melalui tunggal putra Icuk Sugiarto serta ganda putri Ivana Lie/Verawati Wiharjo.
Kompetisi tahunan ini sempat ditiadakan beberapa kali, tepatnya pada tahun 1990, 1998, dan 2000. Agenda ini juga sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19 pada periode 2020 hingga 2022 sebelum akhirnya digulirkan kembali pada tahun 2023.
Saat ini, China Open menempati level tertinggi dalam struktur BWF World Tour, yakni kategori Super 1000. Sebelumnya, ajang ini berstatus Super Series sejak 2007, lalu naik kelas menjadi Super Series Premier pada periode 2011–2017.
Sebagai turnamen papan atas, nominal hadiah yang ditawarkan sangat fantastis. Pada edisi 2019, total hadiah yang diperebutkan mencapai 1.000.000 US Dolar.
Jumlah tersebut melonjak drastis pada musim 2023 dan 2024 menjadi 2.000.000 US Dolar atau berkisar Rp 30,6 Miliar. Nominal hadiah sebesar 2 juta dolar ini dipastikan tetap bertahan untuk total hadiah pada tahun ini.
Daftar Delegasi Indonesia di Semua Sektor
Besarnya hadiah membuat para pemain terbaik dunia dipastikan hadir, termasuk delegasi dari Indonesia. Melalui rilis akun Instagram resmi PBSI @badminton.ina, tim Merah Putih berkekuatan 12 perwakilan, meningkat dari tahun lalu yang hanya mengirimkan 10 wakil.
Sektor tunggal putra diperkuat oleh Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan. Anthony Sinisuka Ginting sendiri tercatat pernah menaiki podium tertinggi di turnamen ini pada edisi 2018 silam.
Pada nomor tunggal putri, Indonesia bertumpu pada Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Sementara sektor ganda putra mengandalkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, serta Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.
Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi menjadi satu-satunya utusan di sektor ganda putri. Terakhir, tiga pasangan mengisi slot ganda campuran, yaitu Rehan Naufal/Gloria Emmanuelle Widjaja, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, dan Amri Syahnawi/Nita Violina.
Seluruh perwakilan Indonesia tersebut mengemban misi besar untuk memutus tren negatif. Tim Garuda tercatat belum pernah lagi mencicipi gelar juara di turnamen China Open sejak terakhir kali meraihnya pada tahun 2019.






