Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Ekonomi Kawasan Industri Bangkalan

7 Agustus 2026, 04:01 WIB

Penguatan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok kembali terealisasi lewat penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura. Dilansir dari Detik Finance, kesepakatan tersebut mencakup kerja sama PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance oleh Wiraraja Madura Industrial Estate.

Langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas cakupan investasi kedua negara. Selain itu, proyek tersebut difokuskan untuk mendorong kawasan industri modern di Bangkalan, Madura, agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Timur.

Upaya percepatan pengembangan kawasan industri terus diperkuat pemerintah melalui kolaborasi bersama negara mitra. Langkah ini diambil guna memperluas penyerapan tenaga kerja serta menciptakan pusat kegiatan ekonomi baru secara merata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan penjelasannya terkait porsi strategis kawasan tersebut dalam pemetaan industri nasional.

"Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026).

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura dinilai Airlangga akan melengkapi hubungan ekonomi bilateral yang selama ini sudah terbangun dinamis, baik dari sisi investasi maupun transaksi perdagangan.

"Kemudian ini akan melengkapi kerjasama antara Indonesia dan China. Karena Indonesia dan China juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan US$ 50 miliar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain," jelasnya.

Melalui kesepakatan ini, beberapa klaster industri asal Tiongkok siap dibangun di area tersebut. Sektor manufaktur padat karya yang direncanakan meliputi industri cokelat, matras, tekstil, hingga benang.

President Director Wiraraja Madura Industrial Estate sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan bahwa kawasan tersebut dirancang sebagai pusat manufaktur penunjang sektor industri, logistik, dan energi ramah lingkungan.

Keterlibatan mitra strategis dari Guangdong diharapkan mempercepat masuknya arus modal baru. Di samping itu, kolaborasi ini membuka ruang transfer teknologi serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

Sementara itu, Wali Kota Zhanjiang Republik Rakyat Tiongkok, Li Yongyi, menilai Indonesia memegang peranan penting sebagai mitra perdagangan utama bagi Kota Zhanjiang.

Implementasi konkrit program Two Countries Twin Parks (TCTP) diharapkan terwujud lewat kolaborasi Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate melalui pertukaran informasi industri, penguatan investasi, serta peningkatan kapasitas produksi kedua pihak.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, turut menegaskan dampak positif dari penyertaan modal tersebut.

"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja," imbuh Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto.

Hubungan perdagangan Zhanjiang dan Indonesia mencatatkan tren positif yang terlihat dari volume transaksi serta realisasi investasi. Nilai perdagangan kedua pihak pada tahun 2025 menyentuh angka 2,461 miliar yuan atau tumbuh 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga kini, terdapat 8 perusahaan asal Zhanjiang yang telah menanamkan modal di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai USD370 juta. Sebaliknya, 6 perusahaan asal Indonesia tercatat telah membenamkan investasinya di Zhanjiang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang