Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi mencabut sementara status skors Komite Olimpiade Rusia (ROC) pada Selasa waktu setempat. Langkah ini memberi peluang bagi kontingen Rusia untuk kembali tampil penuh di Olimpiade Los Angeles 2028, sebagaimana dilansir dari Bola.
Keputusan tersebut diambil seiring dimulainya berbagai ajang kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028. IOC juga menyarankan federasi olahraga internasional mengakhiri program peninjauan status netral bagi atlet Rusia dan Belarus agar seluruh atlet memiliki kesempatan bersaing yang setara.
Presiden IOC Kirsty Coventry menjelaskan alasan mendasar di balik langkah federasi dalam memulihkan status organisasi olahraga Rusia tersebut.
"Kami tidak ingin meminta atlet bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka," kata Presiden IOC, Kirsty Coventry.
Mantan perenang peraih medali emas Olimpiade asal Zimbabwe tersebut menambahkan pertimbangan pribadinya mengenai keadilan bagi para atlet di tingkat global.
"Saya tidak akan berada di posisi ini jika saya harus menanggung konsekuensi ketika negara saya mengalami berbagai persoalan dan dijatuhi sanksi," ujar Coventry.
Ia juga menegaskan bahwa kriteria Piagam Olimpiade tetap digunakan dalam menyaring kelayakan setiap atlet yang bakal bertanding.
"Itu menjadi dasar yang cukup kuat bagi kami untuk menentukan siapa yang layak dan pantas tampil di setiap Olimpiade," kata Coventry.
Menteri Olahraga Rusia Mikhail Degtyaryov menyambut positif panduan terbaru dari IOC tersebut meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing federasi olahraga.
"Momen kembalinya negara kami ke keluarga Olimpiade menjadi lampu hijau bagi federasi internasional untuk memulihkan hak-hak atlet kami," ujar Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyaryov.
Kendati panduan IOC telah diterbitkan, sejumlah badan olahraga internasional seperti World Athletics, FIFA, dan UEFA menyatakan tetap mempertahankan larangan bertanding bagi atlet maupun tim asal Rusia. Sementara itu, World Aquatics telah mencabut pembatasan atlet Rusia sejak April lalu.
ROC sebelumnya dijatuhi sanksi pada 2023 akibat memasukkan dewan olahraga dari wilayah pendudukan di Ukraina timur. IOC mengonfirmasi ROC telah berjanji tidak melakukan kegiatan di wilayah tersebut, namun keputusan terkait penggunaan bendera serta lagu kebangsaan Rusia di Los Angeles 2028 bakal ditentukan mendatang.







