Isaac Spratt Populerkan Bulu Tangkis Lewat Pamflet Perdana Tahun 1860

4 Agustus 2026, 23:16 WIB

Seorang penyalur mainan asal Inggris bernama Isaac Spratt mempopulerkan olahraga bulu tangkis secara tertulis untuk pertama kalinya pada tahun 1860. Spratt menerbitkan sebuah pamflet berjudul "Badminton Battledore-a new game" yang memperkenalkan bentuk awal permainan ini kepada masyarakat luas di Inggris. Meskipun permainan menepuk kok sudah dipraktikkan sejak 2000 tahun lalu di Mesir kuno serta berkembang di China dan India, publikasi Spratt menjadi titik balik penting dalam sejarah modern.

Publikasi tersebut mendokumentasikan aturan dasar serta memicu peralihan dari permainan tradisional jalanan menuju cabang olahraga terstruktur. Pencarian publik mengenai frasa "siapa yang mempopulerkan bulu tangkis" sering kali mengarah pada kawasan Badminton House. Kediaman milik Duke of Beaufort yang terletak di Gloucestershire, Inggris, ini menjadi lokasi resmi diadakannya permainan tersebut hingga akhirnya menginspirasi penggunaan nama "badminton".

Sebelum publikasi oleh Isaac Spratt, masyarakat jalanan London pada tahun 1854 lebih mengenal permainan ini dengan sebutan "battledores and shuttlecocks". Di China, masyarakat juga memainkan tradisi serupa bernama jianzi yang mengandalkan kaki untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah.

Pengembangan Pertandingan Kompetitif di Pune

Perkembangan signifikan terjadi ketika tentara Britania yang bertugas di Pune, India, pada abad ke-19 mulai mengadaptasi permainan ini. Para prajurit menambahkan jaring di tengah lapangan untuk menciptakan sistem kompetisi yang lebih teratur dan menantang.

Sistem permainan berdinding jaring dari Pune tersebut kemudian dibawa kembali ke Inggris. Inovasi ini menyempurnakan bentuk asli tradisi masyarakat kuno menjadi cabang olahraga yang dimainkan secara berpasangan atau tunggal.

Pembentukan Regulasi dan Organisasi Dunia

Perancangan peraturan resmi pertama bulu tangkis disepakati oleh Klub Badminton Bath di Inggris pada tahun 1877. Standarisasi aturan ini memicu berdirinya Asosiasi Bulutangkis Inggris pada tahun 1893, yang kemudian menggelar turnamen internasional perdana bertajuk All England pada tahun 1899.

Semua Materi Bulutangkis Dijelaskan – Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan | MURIDPEDIA

Pertumbuhan penikmat bulu tangkis di tingkat global mendorong pembentukan International Badminton Federation (IBF) pada tahun 1934. Lembaga ini kelak berganti nama menjadi Badminton World Federation (BWF) dan mengawasi jalannya kompetisi dunia.

Ringkasan Milestones Sejarah Perkembangan Bulu Tangkis Dunia
Tahun Peristiwa Sejarah Lokasi / Organisasi

1860Isaac Spratt menerbitkan pamflet "Badminton Battledore-a new game"Inggris1877Rancangan peraturan pertama disusunKlub Badminton Bath1893Pembentukan Asosiasi Bulutangkis InggrisInggris1899Turnamen internasional pertama (All England) digelarInggris1934Pembentukan International Badminton Federation (IBF)Internasional1972Dipertandikan sebagai cabang olahraga percobaan OlimpiadeMunich, Jerman1992Resmi menjadi cabang olahraga utama OlimpiadeBarcelona, Spanyoltbody>

Penetrasi Global dan Kiprah Indonesia di Olimpiade

Popularitas olahraga ini terus melonjak secara global. Berdasarkan data Badminton World Federation (BWF), bulu tangkis kini menempati peringkat ketiga olahraga paling banyak diikuti di lebih dari 20 negara dengan basis peminat mencapai 16 persen.

Pertanyaan warga seperti "kapan bulu tangkis mulai dipertandingkan di Olimpiade?" tercatat dalam sejarah ajang multievent dunia. Bulu tangkis pertama kali dipertandingkan sebagai olahraga percobaan pada Olimpiade Munich 1972, di mana Indonesia meraih dua medali emas melalui aksi Rudy Hartono serta pasangan Ade Chandra/Christian Hadinata.

Status Resmi di Olimpiade Barcelona 1992

Bulu tangkis resmi masuk sebagai cabang olahraga perebutan medali penuh pada Olimpiade Barcelona 1992, setelah sebelumnya sempat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Dunia sejak tahun 1981.

Pada Olimpiade Barcelona 1992 tersebut, kontingen Indonesia mencatatkan sejarah besar dengan mengamankan dua medali emas sektor tunggal melalui Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Keberhasilan ini memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia hingga saat ini.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang