ITB catat 139.399 pendaftar sarjana pada 2026/2027

6 Agustus 2026, 14:16 WIB

Institut Teknologi Bandung (ITB) melaporkan jumlah pendaftar jenjang sarjana pada tahun akademik 2026/2027 mencapai 139.399 orang, dengan 5.468 mahasiswa diterima. Rincian itu dipaparkan dalam sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru yang digelar daring pada Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Dr Irwan Meilano menyebut pendaftar sarjana sebanyak 139.399 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah ITB. Ia juga menyampaikan bahwa calon yang diterima berasal dari bagian kecil total pendaftar.

"Jumlah pendaftar untuk program sarjana yaitu 139.399. Ini terbesar dalam sejarah ITB dan yang diterima 5.468," kata Prof Dr Irwan Meilano, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Menurut Irwan Meilano, mahasiswa jenjang sarjana yang diterima mengalahkan 96% pendaftar lainnya. Dari seluruh pendaftar, mahasiswa baru yang hadir dalam sidang terbuka penyambutan disebutnya sebesar 3,9%.

"Ia menyampaikan, para mahasiswa jenjang sarjana yang diterima telah mengalahkan 96% pendaftar lainnya. Mahasiswa baru yang hadir dalam sidang terbuka penyambutan ini adalah 3,9% orang yang diterima dari seluruh pendaftar," menurut Irwan Meilano, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Ia menuturkan mayoritas pendaftar lainnya didominasi calon mahasiswa atau siswa SMA terbaik pada masing-masing sekolah. Irwan Meilano juga memberi gambaran bahwa nilai seleksi bisa sangat ketat untuk beberapa fakultas.

"Dan 96% pendaftar lainnya, biasanya yang mendaftar di ITB adalah calon mahasiswa atau siswa SMA terbaik di masing-masing sekolahnya," ucap Prof Dr Irwan Meilano, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara turut menyinggung sejarah berdirinya kampus dari Technische Hoogeschool te Bandung pada 3 Juli 1920. Ia menyampaikan rujukan pesan rektor pertama dan amanat yang kemudian menjadi dasar perjalanan ITB.

"Lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Juli 1920 di tempat ini berdiri Technische Hoogeschool te Bandung, sekolah tinggi teknik pertama di Hindia Belanda," kata Prof Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB.

Rektor ITB menyebut Profesor Klopper menyampaikan harapan kampus melahirkan putra-putri terbaik untuk kemajuan negeri, serta mengingatkan tanggung jawab mahasiswa kepada masyarakat dan bangsanya.

"Pada pidato pembukaannya, Rector Magnificus pertama Profesor Klopper menyampaikan harapan bahwa kampus ini akan melahirkan putra-putri terbaik yang mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan negeri serta mengingatkan bahwa setiap mahasiswa memikul tanggung jawab bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada masyarakat dan bangsanya," imbuh Prof Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB.

Ia juga menukil pesan Sukarno saat meresmikan ITB pada 5 Maret 1959. Menurut rektor, Sukarno menyebut bangsa Indonesia memberi tempat di puncak bagi teknologi karena masyarakat adil dan makmur tak dapat diwujudkan tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Amanat besar itulah yang sekarang menjadi dasar perjalanan ITB, perjalanan adik-adik semua," kata Prof Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang