Jabatan Gianni Infantino Terancam Usai Wacana Privatansasi Piala Dunia

5 Agustus 2026, 17:33 WIB

Posisi Gianni Infantino di kursi kepemimpinan FIFA sedang terdesak akibat gelombang protes terkait rencana komersialisasi ajang sepak bola terbesar. Seperti dikutip dari Detik Sport, pimpinan organisasi asal Swiss tersebut dikabarkan meminta dukungan dari Presiden AS Donald Trump guna mempertahankan posisinya. Gelombang kritik keras menargetkan Infantino setelah munculnya gagasan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Badan anyar ini disiapkan untuk memegang kendali atas pengelolaan turnamen utama, termasuk Piala Dunia. Penolakan masif muncul lantaran saham minoritas FFE rencananya bakal dilepas ke pihak investor swasta. Valuasi entitas tersebut diperkirakan menembus angka 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp362 triliun.

Kebijakan penjualan saham tersebut dinilai sebagai upaya privatisasi sepak bola yang merugikan. Tiga konfederasi besar, yakni UEFA, CONCACAF, dan AFC, melayangkan penolakan keras terhadap gagasan tersebut.

Hantaman kritik tajam serta ancaman boikot dari berbagai federasi akhirnya memaksa pimpinan FIFA membatalkan proyek pembentukan FFE. Namun, pembatalan tersebut tidak serta-merta meredakan desakan publik. Kepemimpinan Infantino yang dimulainya sejak 2016 kini menuai keraguan besar dari banyak pihak. Sejumlah kalangan bahkan secara terbuka mendesaknya untuk segera mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA.

Melansir laporan New York Post, Infantino berupaya menjalin komunikasi intensif dengan Donald Trump serta menjadwalkan agenda diskusi khusus bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Langkah diplomatik ini ditempuh demi mengamankan posisinya di puncak pimpinan sepak bola dunia. Dalam komunikasi tersebut, Infantino disebut hendak mengedepankan narasi sepak bola sebagai sarana soft power bagi Amerika Serikat. Dukungan publik dari Negeri Paman Sam di bawah pimpinan Trump dinilai menjadi sekutu krusial bagi Infantino saat ini.

Rencana pembentukan FFE dan skema pelepasan saham Piala Dunia itu sejatinya melibatkan lingkaran dekat Trump. Salah satu pihak yang terikat adalah Thrive Capital, perusahaan ekuitas swasta milik Josh Kushner yang merupakan saudara dari menantu Trump. Kemitraan antara Gianni Infantino dan Donald Trump sendiri sudah terjalin erat menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Dalam sebuah kesempatan, Trump bahkan sempat menerima penghargaan FIFA Peace Prize dari sang presiden FIFA.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang