Kompetisi sepak bola kasta tertinggi nasional, BRI Super League 2025/26, resmi memasuki masa jeda untuk mendukung gelaran SEA Games 2025. Penangguhan kompetisi ini dimulai setelah seluruh pertandingan pekan ke-14 rampung diselenggarakan. Seperti dilansir dari Papanskor, masa rehat kompetisi akan berlangsung hingga pertengahan bulan depan.
Pertandingan BRI Super League dijadwalkan kembali bergulir mulai 20 Desember 2025. Situasi jeda ini membuat performa 18 tim peserta menjadi fokus perhatian, terutama menjelang berakhirnya putaran pertama. Di antara kontestan yang ada, penampilan empat klub asal Jawa Timur memperoleh sorotan khusus berdasarkan evaluasi belasan pekan laga yang sudah dilalui.
Catatan statistik memunculkan lima fakta penting mengenai peta kekuatan tim-tim asal Jawa Timur pada awal musim ini.
Fakta pertama menunjukkan Persebaya Surabaya memimpin sebagai tim asal Jawa Timur dengan posisi tertinggi. Klub ini menempati peringkat kesembilan lewat perolehan 17 poin dari 12 pertandingan yang telah dimainkan. Poin yang dikumpulkan Persebaya sebenarnya sama dengan Arema FC yang berada di urutan ke-10 dari 13 laga. Namun, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut berhak berada di atas karena keunggulan selisih gol, yakni 2:1.
Sementara itu, Persik Kediri menyusul pada peringkat ke-12 dengan raihan 15 poin dari 13 laga. Madura United menguntit di posisi ke-13 setelah mengemas 13 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Fakta kedua mencatat Arema FC tampil sebagai tim paling produktif di antara wakil Jawa Timur dengan koleksi 19 gol. Catatan gol tersebut melampaui capaian Persik dengan 15 gol, Persebaya dengan 14 gol, dan Madura United yang baru mengemas 11 gol.
Fakta ketiga memperlihatkan lini pertahanan Persik menjadi yang paling rapuh setelah kebobolan 19 kali. Jumlah kemasukan gol ini lebih banyak dibandingkan Arema FC yang kemasukan 18 gol, Madura United 17 gol, dan Persebaya 12 gol. Fakta keempat mengenai hasil buruk mencatat Persik dan Madura United sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak, masing-masing tumbang dalam 6 laga.
Angka kekalahan ini lebih tinggi ketimbang Persebaya yang baru kalah 3 kali dan Arema FC dengan 4 kekalahan. Fakta kelima berkaitan dengan stabilitas posisi kepelatihan, di mana Madura United menjadi tim Jawa Timur pertama yang merombak kursi pelatih. Manajemen menggeser Angel Alfredo Vera menjadi direktur teknis dan mengangkat Carlos Eduardo Parreira pada 10 November.
Langkah perombakan ini kemudian diikuti oleh Persebaya Surabaya yang memberhentikan Eduardo Perez pada 22 November. Setelah itu, Ong Kim Swee memilih mundur dari posisi pelatih kepala Persik Kediri pada 27 November.
Gelombang pergantian tersebut menyisakan Arema FC sebagai satu-satunya tim Jawa Timur yang mempertahankan juru taktik mereka. Tim Singo Edan masih tetap diarsiteki oleh Marquinhos Santos. Meski kompetisi sedang dalam masa libur SEA Games, Persebaya Surabaya tetap harus bersiap memainkan satu pertandingan tunda pekan keempat.
Mereka dijadwalkan bertandang ke markas PSM Makassar pada Sabtu, 6 Desember 2025 mendatang. Secara keseluruhan, operator kompetisi hanya akan menggelar tiga pertandingan tunda selama periode rehat ini. Selain laga PSM melawan Persebaya, terdapat partai Persib Bandung menghadapi Borneo FC pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.
Satu pertandingan tunda lainnya mempertemukan Malut United yang akan menjamu Persib Bandung. Laga tersebut bakal dilaksanakan pada Minggu, 14 December 2025 siang pukul 13.30 WIB.







