Jose Mourinho mulai membenahi lini belakang Real Madrid dengan merekrut Marc Cucurella dan Ibrahima Konate, serta segera meresmikan kedatangan Denzel Dumfries. Gelombang bek baru ini langsung mengubah peta persaingan di Santiago Bernabeu. Dilansir dari Bola, salah satu yang terdampak adalah Raul Asencio, produk akademi Los Blancos.
Dengan menit bermain yang kian terbatas, posisinya di skuad utama menjadi serba sulit di tengah banyaknya opsi baru di sektor pertahanan. Mempertimbangkan kebutuhan pengembangan pemain muda dan minimnya kesempatan tampil, manajemen Real Madrid menyiapkan langkah logis untuk menitipkan Asencio ke klub lain melalui skema peminjaman pada musim panas mendatang.
Mourinho datang dengan paket pembenahan langsung di sektor belakang. Marc Cucurella didatangkan untuk mempertegas kedalaman di sisi kiri, Ibrahima Konate menambah tenaga di jantung pertahanan, dan Denzel Dumfries segera diresmikan untuk memperkuat sisi kanan.
Konsekuensinya, persaingan kian ketat bagi bek yang sudah lebih dulu berada di Bernabeu. Asencio menjadi salah satu yang tersisih oleh hadirnya nama-nama baru tersebut, meski ia merupakan jebolan akademi klub. Asencio hanya tampil lima kali dalam tiga bulan terakhir musim 2025/2026 dan belum pernah membela timnas Spanyol. Real Madrid perlu menyusun langkah tepat agar performa sang bek muda dapat kembali meningkat.
Los Blancos disebut tetap percaya pada talenta dan potensi kontribusi Asencio di masa depan. Karena itu, opsi yang disiapkan adalah peminjaman saja tanpa klausul transfer resmi yang melepasnya secara permanen. Keberhasilan rencana ini masih bergantung pada beberapa faktor. Asencio belum tentu bersedia meninggalkan Madrid karena ia bisa memilih bertahan dan berjuang merebut keyakinan Mourinho di pramusim.
Real Madrid juga belum menerima proposal resmi dari klub peminat. Proses menuju peminjaman masih berada di tahap penjajakan dan menunggu konkretisasi minat dari calon tujuan. Asencio masuk akademi Real Madrid pada Juli 2019 dan menembus skuad utama pada 2024.
Namun, kontribusinya justru menurun sejak mendobrak tim utama, ditambah kedatangan bek muda Dean Huijsen pada musim lalu. Seharusnya musim 2025/2026 menjadi periode emas bagi Asencio sekaligus peluang untuk ikut Spanyol ke Piala Dunia 2026. Namun, performa yang inkonsisten membuatnya lebih sering duduk di bangku cadangan pada paruh akhir musim.
Peminjaman dinilai menjadi jalan tengah terbaik bagi semua pihak. Di klub lain, Asencio berpeluang mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten untuk memulihkan performa sebelum kembali bersaing di Bernabeu.







