Kamera Leica Xiaomi 15T kini menjadi perbincangan hangat karena menjanjikan pengalaman fotografi premium khas pabrikan Jerman dengan harga yang jauh lebih ramah kantong. Di tengah persaingan pasar yang ketat pada pertengahan tahun 2026 ini, kerja sama strategis antara Xiaomi dan Leica kembali diuji melalui perangkat kelas menengah ke atas mereka. Saya melihat banyak konsumen menaruh ekspektasi tinggi, mengira mereka akan mendapatkan sistem kamera yang sepenuhnya setara dengan seri flagship ultra-premium. Namun, setelah membedah lembar spesifikasi dan komponen fisik aslinya secara mendalam, ada beberapa realitas sensor yang cukup mengejutkan dan wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya.
Sebagai seorang reviewer yang kerap melihat gimik pemasaran, saya merasa perlu meluruskan apa saja yang benar-benar Anda dapatkan dari logo Leica di bodi belakang ponsel ini. Xiaomi memang memberikan peningkatan masif pada sektor optik dan pemrosesan gambar, tetapi mereka juga melakukan beberapa efisiensi komponen yang sengaja disembunyikan di balik label brosur. Mari kita bedah secara objektif performa sistem kamera, dapur pacu MediaTek Dimensity 8400-Ultra, hingga kualitas layar AMOLED datar milik perangkat ini.
Xiaomi mempromosikan perangkat ini dengan konfigurasi tiga kamera bertenaga Leica yang tampak sangat menjanjikan di atas kertas. Penggunaan lensa komersial Leica Summilux f/1.7 pada kamera utama menjadi sorotan karena menjamin tangkapan cahaya yang melimpah untuk pemotretan malam hari. Lensa ini mengawal sensor Omnivision OV50 yang memiliki julukan 'Light Hunter' 800 dengan ukuran sensor 1/1.55 inci dan fitur stabilisasi OIS. Menurut saya, kombinasi pada kamera utama ini menghasilkan foto yang tajam, detail, serta memiliki karakter warna khas Leica yang pekat.
Rahasia di Balik Sensor Lensa Telephoto 2x Optical Zoom
Bergeser ke lensa kedua, Xiaomi 15T menyertakan kamera telephoto dengan kemampuan 2x optical zoom yang didukung oleh sensor Samsung ISOCELL JN5 atau S5KJN5. Sensor berukuran 1/2.76 inci dengan resolusi 50MP ini menggunakan lensa f/1.9 yang setara dengan jarak fokus 46mm atau 50mm. Keberadaan lensa portrait khusus ini sangat menyenangkan untuk mengambil foto wajah dengan efek bokeh yang natural.
Namun, catatan kritis saya langsung tertuju pada absennya Optical Image Stabilization (OIS) pada kamera telephoto ini. Tanpa adanya OIS fisik, Anda harus menjaga tangan tetap stabil saat memotret dalam kondisi minim cahaya agar foto tidak blur. Pemrosesan gambar digital memang membantu, tetapi hilangnya OIS pada lensa zoom adalah bentuk pemangkasan fitur yang cukup terasa dampaknya.
Siasat Sensor Ultra-Wide 12MP yang Secara Fisik Berukuran 13MP
Kejutan paling menarik justru saya temukan pada kamera ultra-wide milik Xiaomi 15T ini. Dalam materi iklan resmi, Xiaomi menyebutkan bahwa kamera ultra-wide ponsel ini memiliki resolusi 12MP dengan sudut pandang luas 120 derajat. Namun, data teknis internal membongkar bahwa secara fisik komponen yang tertanam adalah sensor 13MP OmniVision OV13B atau OV13B10.
Materi promosi menyebutkan kamera ultra-wide beresolusi 12MP, namun secara fisik perangkat ini mengandalkan sensor OmniVision 13MP yang tidak dilengkapi fitur autofokus.
Lensa ultra-wide dengan bukaan f/2.2 ini mengandalkan sistem fixed focus, yang artinya Anda tidak bisa memanfaatkan lensa ini untuk mengambil foto makro dari jarak super dekat. Keputusan menurunkan output resolusi menjadi 12MP kemungkinan besar dilakukan demi menyelaraskan aspek rasio atau optimalisasi algoritma warna bersama Leica.
Uji Performa Video Menggunakan Format Perekaman 10-bit Log
Bagi para kreator konten, kemampuan videografi Xiaomi 15T ini patut mendapatkan apresiasi lebih berkat kehadiran fitur perekaman video 10-bit Log. Fitur ini memberikan fleksibilitas tinggi saat Anda melakukan proses pewarnaan (color grading) di aplikasi editing video. Kamera utama dan kamera telephoto sanggup merekam video hingga resolusi 2160p atau 4K pada kecepatan 60fps dengan sangat lancar.
Sayangnya, kamera ultra-wide harus puas dikunci pada resolusi maksimal 4K pada 30fps saja, kemungkinan karena keterbatasan bandwidth dari sensor OmniVision OV13B tersebut. Sementara itu, bagi pencinta efek dramatis, fitur slow motion pada kamera belakang sudah mendukung format 720p dan 1080p dengan pilihan kecepatan hingga 120fps, 240fps, dan 960fps. Di bagian depan, kamera selfie 32MP dengan sensor Samsung KD1 mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 30fps serta sudah mendukung format HDR10+.
Menakar Ketangguhan MediaTek Dimensity 8400-Ultra dan Memori Kencang
Dapur pacu Xiaomi 15T ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 8400-Ultra yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur modern 4nm. Prosesor octa-core ini mengandalkan arsitektur inti tunggal Arm Cortex-A725 berkecepatan hingga 3.25GHz untuk menangani komputasi berat. Inti performa tersebut ditemani oleh tiga inti Arm Cortex-A725 tambahan berkecepatan 3.0GHz serta empat inti hemat daya Arm Cortex-A725 pada kecepatan 2.1GHz.
Urusan pemrosesan grafis diserahkan kepada GPU Mali-G720 yang berkolaborasi dengan NPU 880 untuk mengolah kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan spesifikasi tersebut, manajemen termal ponsel berbobot 194 gram dengan tebal 7.50 mm ini tergolong baik untuk penggunaan harian. Kinerja piringan memori juga sangat ngebut berkat penggunaan RAM LPDDR5X berkecepatan 8533Mbps dan penyimpanan internal berstandar UFS 4.1.
| Komponen Perangkat | Detail Spesifikasi Teknis |
|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 8400-Ultra (4nm) |
| Kapasitas RAM | 12GB LPDDR5X (8533Mbps) |
| Opsi Penyimpanan | 256GB / 512GB UFS 4.1 |
| Kapasitas Baterai | 5500mAh Xiaomi Surge |
| Sistem Pengisian Daya | 67W HyperCharge (PD3.0 / PD2.0) |
Kualitas Layar Flat AMOLED dengan Proteksi Gorilla Glass 7i
Beralih ke sektor visual, Xiaomi 15T menggunakan panel layar flat AMOLED berukuran 6.83 inci yang sangat nyaman bagi pengguna yang kurang menyukai layar melengkung. Layar beresolusi 2772 x 1280 piksel ini memiliki tingkat kerapatan mencapai 447ppi dan sudah dilindungi oleh kaca tangguh Corning® Gorilla® Glass 7i. Tingkat kecerahan puncaknya diklaim mampu menyentuh angka 3200 nits pada cakupan area 25 persen layar.
Untuk para gamer, layar ini menawarkan keunggulan berupa touch sampling rate standar 480Hz yang bisa melonjak hingga 2560Hz saat mode Game Turbo diaktifkan. Kenyamanan mata juga sangat diperhatikan berkat dukungan dimming PWM berkekuatan hingga 3840Hz. Panel 68 miliar warna ini juga telah mengantongi tiga sertifikasi sekaligus dari TÜV Rheinland, yaitu Low Blue Light, Flicker Free, dan Circadian Friendly.
Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 15T yang Wajib Dipertimbangkan
Sebelum Anda membelanjakan uang untuk perangkat ini, ada baiknya melihat rangkuman kelebihan dan kekurangan yang ada pada Xiaomi 15T. Ponsel ini membawa banyak fitur premium, tetapi ada beberapa kompromi yang harus Anda maklumi sebagai konsekuensi dari harga yang ditekan.
Kelebihan Utama
- Kamera utama 50MP menggunakan lensa premium Leica Summilux f/1.7 dan sensor Light Hunter 800 yang andal dalam kondisi minim cahaya.
- Layar flat AMOLED 6.83 inci yang jernih, responsif dengan instant touch sampling rate 2560Hz, serta ramah di mata.
- Dapur pacu kencang berkat perpaduan Dimensity 8400-Ultra, RAM LPDDR5X, dan storage UFS 4.1.
- Kapasitas baterai besar 5500mAh yang efisien berkat teknologi manajemen daya Xiaomi Surge.
- Mendukung perekaman video tingkat lanjut dengan format 10-bit Log untuk kebutuhan videografi profesional.
Kekurangan Perangkat
- Kamera telephoto 50MP 2x optical zoom tidak dilengkapi dengan penstabil gambar fisik atau OIS.
- Kamera ultra-wide memiliki lensa tipe fixed focus sehingga tidak bisa digunakan untuk fungsi fotografi makro.
- Kecepatan pengisian daya hanya tertahan di 67W HyperCharge, belum secepat varian Pro miliknya.
Xiaomi 15T sukses menghadirkan cita rasa fotografi mewah khas Leica ke segmen pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan performa inti berkat kehadiran MediaTek Dimensity 8400-Ultra. Keputusan Xiaomi menggunakan sensor fisik 13MP untuk kamera ultra-wide yang dipasarkan sebagai 12MP, serta absennya OIS pada kamera telephoto, merupakan kompromi produksi yang harus diterima oleh konsumen. Jika fokus utama Anda adalah mencari ponsel berlayar flat dengan kamera utama berkarakter kuat dan performa harian yang ngebut, perangkat ini tetap menjadi salah satu opsi yang paling rasional dan memikat di kelasnya.






