Karhutla di TNBTS belum padam sepenuhnya hingga Jumat 7 Agustus

8 Agustus 2026, 06:33 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Probolinggo belum bisa dipadamkan sepenuhnya hingga Jumat 7 Agustus 2026. Petugas mengerahkan drone water spray untuk mempercepat penanganan di titik yang sulit dijangkau dan membatasi penyebaran api. Menurut pantauan di lapangan, api masih membakar hamparan savana dan semak kering di sisi timur hingga utara Kawah Bromo.

Cuaca panas, tiupan angin kencang, serta dominasi vegetasi yang kering membuat kobaran api terus meluas ke berbagai titik. Ratusan personel gabungan dari BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), TNI, Polri, serta relawan melakukan pemadaman dengan peralatan manual, mobil pemadam kebakaran, dan truk tangki air. Upaya juga berfokus pada pembuatan sekat serta pemutusan jalur perambatan agar kebakaran tidak merambah ke kawasan hutan lain.

BPBD Provinsi Jawa Timur mengoperasikan drone water spray berkapasitas 150 liter air untuk menyemprotkan air langsung ke lokasi kebakaran yang tidak dapat dijangkau petugas di darat. Detik Travel melaporkan drone digunakan karena titik api berada di lereng dan tebing curam.

Untuk operasi dari udara, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Subroto menyatakan helikopter water bombing akan diperkuat. "Helikopter yang sudah berada di Ranupani saat ini sedang melakukan penyesuaian untuk mengambil air dengan kapasitas satu ton. Tadi sudah beberapa kali dicoba, tetapi masih terkendala cuaca yang sangat ekstrem, angin kencang, serta perbedaan ketinggian antara sumber air dengan titik api," ujar Gatot Jumat (7/8).

Detik Travel menyebut saat ini 1 helikopter telah melakukan uji coba adaptasi medan dengan mengambil air dari Ranu Pani sebelum menjatuhkan ke titik kebakaran di kawasan Bromo. Gatot menyebut proses masih perlu penyesuaian karena kondisi pegunungan yang ekstrem. BPBD Jawa Timur menyiapkan total tiga helikopter water bombing. Satu helikopter milik Pemprov Jawa Timur sudah berada di lokasi, satu helikopter milik BNPB masih proses verifikasi administrasi di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, dan satu helikopter lainnya dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan api sambil membuat sekat dan memutus jalur perambatan kebakaran. Operasi pemadaman akan dilakukan melalui jalur darat maupun udara sampai seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang