Musim kemarau panjang kembali melanda wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengakibatkan krisis air bersih yang cukup parah bagi warga setempat. Debit air di Sungai Cipamingkis, yang selama ini menjadi sumber kehidupan utama masyarakat, kini terus menyusut hingga ke titik terendah. Kondisi ini memaksa warga sekitar untuk berjuang ekstra keras demi memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Perjuangan Warga Mendapatkan Air Bersih
Kondisi kekeringan yang kian mencekik ini membuat aktivitas harian warga terganggu secara signifikan. Untuk keperluan memasak, minum, mandi, dan mencuci, warga tidak bisa lagi mengandalkan sumur-sumur di rumah mereka yang telah mengering sejak beberapa pekan lalu. Akibatnya, Sungai Cipamingkis yang debit airnya terus menipis menjadi pilihan terakhir, meskipun kualitas airnya sudah jauh dari kata layak.
Banyak warga yang terpaksa membuat sumur-sumur kecil atau lubang galian darurat di tengah dasar sungai yang mengering. Air resapan yang terkumpul di dalam lubang tersebut kemudian disaring secara manual sebelum digunakan. Bagi warga yang memiliki kemampuan finansial lebih, membeli air bersih dari tangki swasta atau air galon isi ulang menjadi jalan pintas, meskipun hal ini menambah beban pengeluaran rumah tangga yang tidak sedikit di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Krisis air ini juga berdampak langsung pada sektor kesehatan masyarakat. Kurangnya akses terhadap air bersih yang higienis meningkatkan risiko penyebaran penyakit kulit, diare, dan gangguan pencernaan lainnya. Warga, khususnya anak-anak dan lansia, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak buruk dari sanitasi yang memburuk akibat kelangkaan air ini.
Kondisi Sungai Cipamingkis yang Memprihatinkan
Sungai Cipamingkis yang biasanya mengalir deras kini tampak seperti hamparan batu dan pasir yang gersang. Aliran air hanya tersisa di beberapa titik ceruk terdalam, itu pun dengan kondisi yang keruh dan berlumpur. Penyusutan debit air ini terjadi secara bertahap seiring dengan tidak turunnya hujan selama berbulan-bulan di wilayah hulu maupun hilir sungai.
Selain untuk kebutuhan domestik, mengeringnya Sungai Cipamingkis juga memukul sektor pertanian di Kecamatan Cibarusah. Ribuan hektare lahan persawahan yang bergantung pada sistem irigasi dari sungai ini kini mengalami kekeringan ekstrem. Tanah-tanah sawah mulai retak-retak, dan para petani terancam mengalami gagal panen atau puso yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang sangat besar.
Kondisi ini merupakan siklus tahunan yang terus berulang setiap kali musim kemarau tiba. Karakteristik geografis wilayah Cibarusah yang berada di dataran tinggi dengan struktur tanah yang sulit menyimpan air cadangan membuat kawasan ini selalu menjadi langganan bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi.
Kebutuhan Solusi Jangka Panjang dari Pemerintah
Meskipun bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dan berbagai lembaga sosial terus disalurkan, bantuan tersebut dinilai belum mampu menyelesaikan akar permasalahan. Distribusi air bersih menggunakan armada truk tangki seringkali tidak merata dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian seluruh warga yang terdampak kekeringan.
Masyarakat Cibarusah sangat mengharapkan adanya langkah konkret dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah maupun pusat. Beberapa solusi yang terus disuarakan antara lain adalah perluasan jaringan pipa air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hingga menjangkau pelosok desa di Cibarusah. Dengan adanya akses langsung ke jaringan PDAM, warga tidak perlu lagi bergantung pada air sungai atau sumur dangkal saat kemarau tiba.
Selain perluasan jaringan PDAM, pembangunan infrastruktur penampung air seperti embung, waduk, atau bendungan di sekitar aliran Sungai Cipamingkis juga dinilai sangat mendesak. Infrastruktur ini nantinya berfungsi untuk menampung air hujan selama musim basah, sehingga dapat dialirkan secara perlahan untuk menjaga ketersediaan air dan mengairi lahan pertanian warga ketika musim kemarau panjang melanda kembali di masa mendatang.







