Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC dari PSBI

6 Agustus 2026, 23:16 WIB

Kementerian Keuangan akan mengambil alih seluruh kepemilikan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia di PT Kereta Cepat Indonesia China guna merestrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pengalihan porsi 60 persen saham dari konsorsium BUMN ke kementerian tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. Langkah pengambilalihan ini secara otomatis menggeser kendali kepemilikan operasional dari PT Kereta Api Indonesia langsung ke bawah Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kepastian alih kelola tersebut usai melangsungkan pertemuan dengan pengelola lembaga investasi negara.

"Jadi, pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah akan clear," ujar Purbaya usai bertemu COO Danantara Dony Oskaria di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Purbaya menegaskan bahwa konsorsium asal China tetap mempertahankan kepemilikan 40 persen saham tersisa dalam struktur kepemilikan perusahaan patungan tersebut.

"(Kepemilikan KCIC) di saya, bukan (di bawah KAI). 60% (saham) kasih ke kita, 40% ada yang lain, masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," beber Purbaya.

Guna mencegah timbulnya beban keuangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara, pembayaran kewajiban utang akan dialokasikan melalui badan pengelola dana fiskal milik pemerintah.

"Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," terang Purbaya.

Skema pelunasan pinjaman tersebut bakal memanfaatkan perolehan dividen serta akumulasi keuntungan operasional dari dua lembaga Special Mission Vehicle yang disiapkan.

"Ada dua (SMV). SMV kan punya untung juga kan, sebagian dialihkan ke situ keuntungan, kira-kira begitu gambaran kasarnya," jelas Purbaya.

Proses perincian nilai kewajiban utang proyek secara menyeluruh saat ini masih dalam tahap penghitungan akhir oleh pihak terkait.

"Pada saat penyerahan nanti ya, details-nya akan dihitung. Pertengahan September paling lambat," tutur Purbaya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang