Kemenkomdigi Ubah Strategi Pemerataan Akses Internet Nasional

7 Agustus 2026, 03:46 WIB

Pemerintah menetapkan langkah baru dalam pemerataan akses internet nasional dengan tidak lagi berfokus pada pembangunan Base Transceiver Station (BTS) semata, seperti dilansir dari Detik iNET pada Kamis (6/8/2026).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa pemerintah mengintegrasikan berbagai jaringan, mulai dari serat optik, satelit, hingga BTS, guna menjangkau kawasan yang sulit secara geografis.

"Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

Langkah penyesuaian teknologi ini diambil agar penyediaan jaringan digital berjalan lebih efektif sesuai dengan tantangan medan di tiap wilayah. Sebagai gambaran, Provinsi Kalimantan Timur kini telah mencatatkan tingkat konektivitas sebesar 95,5 persen dengan 803 dari 841 desa terjangkau sinyal.

Pemerintah masih mengidentifikasi 269 titik tanpa sinyal di wilayah tersebut yang penanganannya akan melibatkan kolaborasi lintas lembaga serta operator seluler. Penanganan wilayah tanpa sinyal tersebut diupayakan tetap berjalan optimal dengan memanfaatkan efisiensi anggaran dan kerja sama antar pemangku kepentingan.

"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Nezar Patria.

Upaya kombinasi teknologi ini turut diterapkan oleh pemerintah daerah guna mengoptimalkan penyebaran sinyal di kawasan perdesaan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi menjelaskan pemanfaatan VSAT dan satelit menjadi solusi utama untuk menjangkau desa yang sulit diakses oleh kabel serat optik.

"Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi.

Akselerasi program ini dinilai masih membutuhkan penyelarasan data serta penguatan regulasi secara berkelanjutan dari pemerintah pusat.

"Kuncinya sekarang dalam kondisi tersebut kita kolaborasi. Jadi kami mohon dukungan penuh. Komitmen kami juga membersamai program-program, salah satunya internet," kata Ririn Sari Dewi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang