Kemenpora Bentuk Tim Koordinasi Matangkan Persiapan PON 2028

5 Agustus 2026, 19:46 WIB

Kementerian Pemuda dan Olahraga membentuk tim koordinasi khusus guna mengawal persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Keputusan ini disepakati dalam rapat lintas sektor yang dipimpin Menpora Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.

Langkah percepatan ini melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Kejaksaan Agung, dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pembentukan tim ditujukan untuk memperkuat tata kelola, sinkronisasi kebijakan, serta pemetaan kesiapan pendanaan daerah agar ajang yang dijadwalkan berlangsung pada November 2028 tersebut sukses secara penyelenggaraan dan administrasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk mengawal seluruh tahapan persiapan yang kian mendesak.

"Alhamdulillah, PON 2028 semakin dekat. Rencananya akan digelar pada November 2028. Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, kita semua, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, baik di bidang olahraga maupun pendampingan, harus mempercepat konsolidasi agar PON dapat terlaksana sesuai harapan, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses administrasi," ujar Erick Thohir.

Proses pemetaan anggaran bakal menindaklanjuti usulan proposal yang telah dikirimkan oleh pihak pemerintah daerah.

"Hari ini saya bersama Ketua Umum KONI Pusat, Jaksa Agung Muda Intelijen, serta Deputi Bidang Pencegahan dan Pengawasan KPKP melakukan sinkronisasi. Berdasarkan usulan yang telah disampaikan daerah, kita harus memetakan kesiapan pendanaan di masing-masing daerah. Selanjutnya hasil tersebut akan kami laporkan kepada pemerintah pusat," lanjut Erick Thohir.

Setelah pemetaan tuntas, Kemenpora berencana mengundang pemerintah daerah sebelum membawa hasilnya ke tingkat pusat.

"Dalam rapat hari ini kami sepakat membentuk tim koordinasi. Nantinya kami akan mengundang pemerintah daerah untuk memaparkan hasil pemetaan mereka sebelum dilaporkan kepada pemerintah pusat dan Bapak Presiden. Harapannya, penyelenggaraan PON 2028 dapat berlangsung sukses, baik dari sisi penyelenggaraan, administrasi, maupun keberlanjutan pengembangan olahraga nasional," kata Erick Thohir.

Di sisi lain, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyambut positif langkah responsif Kemenpora dalam menerbitkan payung hukum penyelenggaraan multiajang empat tahunan tersebut.

"Pertama-tama, selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada Menpora yang telah menerbitkan Surat Keputusan tentang penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara. Hal ini sangat penting karena meskipun pelaksanaannya masih sekitar dua tahun lima bulan lagi, SK tersebut sudah diterbitkan sehingga NTT, NTB, DKI Jakarta, dan KONI Pusat dapat segera bergerak memantapkan persiapan," ujar Marciano Norman.

PON 2028 direncanakan mempertandingkan 67 cabang olahraga dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah utama, serta Jakarta sebagai kota penyangga untuk cabang yang belum memiliki venue memadai.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang