Kementerian Sosial mencatat Program Sekolah Rakyat yang beroperasi selama satu tahun telah menjangkau 43.346 siswa tidak mampu di lebih dari 180 titik sekolah, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (2/8/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa program pendidikan ini berhasil mendorong anak-anak yang sebelumnya putus sekolah hingga mampu mengukir berbagai pencapaian di tingkat daerah, nasional, dan internasional.
"Alhamdulillah, selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," kata Saifullah Yusuf.
Perkembangan para peserta didik tersebut menjadi sorotan utama karena adanya perubahan sikap dan motivasi belajar yang signifikan setelah berjalannya program.
"Banyak sekali, Bapak-Ibu sekalian dari anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," katanya.
Operasional lembaga pendidikan ini ditopang oleh 2.521 guru berstatus ASN-PPPK serta 5.398 tenaga pendidik berdasarkan pendataan Kementerian Sosial periode Juni hingga Juli 2026.
Pemerintah daerah saat ini sedang melakukan verifikasi sarana dan prasarana untuk menyambut 28.478 calon siswa baru tahun ajaran 2026/2027, yang terbagi atas 6.305 siswa SD, 11.186 siswa SMP, dan 11.077 siswa SMA.






