Kementerian PU Genjot Proyek Trans Papua Segmen Mamberamo Elelim

5 Agustus 2026, 18:47 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena, dengan fokus pada Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 km untuk menghubungkan Papua dengan Papua Pegunungan, melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

Pelaksanaan proyek ini dilaksanakan lewat KPBU dengan mekanisme pembayaran berbasis layanan atau Availability Payment (AP). Pekerjaan konstruksi dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2026, dilansir dari Detik Finance.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik konstruksi telah mencapai 51,59%. Pencapaian itu mencakup pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan jalan, drainase, serta jembatan, dilansir dari Detik Finance.

Pembangunan juga mencakup bangunan pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan, pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan tanah pada lokasi tertentu, revegetasi, hingga pemantauan kondisi lereng secara berkala, dilansir dari Detik Finance.

Pada keterangan tertulis, Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pembangunan jalan dan jembatan sebagai fondasi memperkuat konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Ia menyebut pengembangan tersebut dilakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pariwisata, serta memperkuat konektivitas. Keterangan itu juga menjelaskan fokus penguatan akses pada wilayah-wilayah yang terhubung oleh jaringan jalan.

Dody juga menyoroti pelibatan tenaga kerja lokal sebagai manfaat langsung bagi masyarakat sekitar selama proses pembangunan berjalan.

"Kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan, sebagai bagian pemberdayaan ekonomi lokal, dilansir dari Detik Finance.

Proyek Trans Papua menghadapi tantangan berbeda karena ruas melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun, serta potensi bencana alam seperti longsor, dilansir dari Detik Finance.

Mobilisasi alat berat dan material konstruksi memerlukan waktu dan penanganan khusus karena terbatasnya akses menuju lokasi pekerjaan. Kementerian PU menerapkan teknologi dan metode konstruksi modern untuk menjaga mutu dan keselamatan kerja, dilansir dari Detik Finance.

Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei RTK berbasis satelit GNSS yang dipadukan survei LiDAR untuk menghasilkan data topografi akurat, disertai survei geoteknik detail sebagai dasar desain konstruksi, dilansir dari Detik Finance.

Pada titik dengan potensi longsor, penanganan teknis meliputi sistem drainase lereng, stabilisasi tebing, pemasangan struktur penahan tanah pada lokasi tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala, dilansir dari Detik Finance.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang