Kementerian PU Tangani Dampak Banjir di Kota Padang dengan Pemulihan Infrastruktur

6 Agustus 2026, 06:02 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026. Penanganan fokus pada pemulihan akses masyarakat, perbaikan infrastruktur rusak, serta distribusi air bersih bagi warga terdampak, dilansir dari Detikcom.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan banjir disebabkan hujan intensitas tinggi yang meningkatkan debit sungai hingga meluap dan merendam beberapa wilayah dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

Beberapa kawasan terdampak termasuk Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Graha Cahaya Madani, Grand Mandiri, Pasar Lalang, Kampus Universitas Baiturrahmah, dan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Akses jalan utama seperti Jalan Bypass KM 15 dan Jalan Arai Pinang juga terendam, menghambat mobilitas warga.

Kerusakan infrastruktur terlihat pada tanggul di Lapau Munggu, Lubuk Tampuruang yang jebol. Operasional PDAM Kota Padang terganggu akibat kerusakan intake di tiga lokasi yakni Intake Guo, Latung, dan Paraku, menurunkan kualitas air dan menghentikan operasional intake sementara.

"Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul yang jebol, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.

Untuk penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan Tim Reaksi Cepat berkoordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan BPBD. Dua unit mobile flood pump dengan kapasitas 250 liter per detik dikerahkan untuk percepatan penyedotan air.

BWS juga melakukan inventarisasi dan perbaikan intake air baku dengan menurunkan dua unit alat berat di Batang Kuranji dan Batang Air Dingin. Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat mendistribusikan air bersih menggunakan tiga mobil tangki berkapasitas 4.000 liter tiap unit.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mempercepat rehabilitasi Jembatan Jeruai yang rusak pada fondasi Jembatan Bailey. Progres rehabilitasi memasuki tahap akhir dengan uji coba pembukaan lalu lintas.

"Pekerjaan struktur sendiri telah selesai dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi additive pada beton untuk mempercepat pencapaian kuat tekan sesuai spesifikasi teknis," kata Dody Hanggodo.

Dia menambahkan langkah tersebut bertujuan menjaga infrastruktur dasar sekaligus memastikan keselamatan masyarakat, terutama di daerah rawan bencana.

"Hal tersebut sejalan dengan Visi PU608 melalui pembangunan infrastruktur pengendali air yang tangguh, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada keselamatan serta produktivitas ekonomi rakyat," tutup Menteri PU.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang