Pelatih kepala Kim Ho-chul memutuskan mundur secara sukarela dari jabatannya di klub voli putri IBK Altos pada Sabtu (22/11) malam WIB setelah timnya kembali menelan kekalahan di kompetisi V League.
Keputusan mengejutkan dari pelatih berusia 70 tahun tersebut diambil sekitar 2,5 jam usai laga antara IBK Altos melawan Hyundai Hillstate berakhir, sebagaimana dilansir dari Papanskor. Dalam pertandingan yang digelar di Hwaseong Gymnasium itu, IBK Altos dipaksa menyerah oleh tim tamu lewat kekalahan tiga set langsung dengan skor 0-3.
Hasil buruk ini memperpanjang tren negatif Yuk Seo-young dan kawan-kawan yang kini mencatatkan tujuh kekalahan beruntun, atau total delapan kekalahan dari sembilan laga. Akibatnya, posisi IBK Altos kian terpuruk di dasar klasemen sementara V League dan tertinggal lima poin dari Jungkwanjang Red Sparks yang berada di peringkat keenam. Kondisi ini berbanding terbalik dari status mereka yang sempat diunggulkan sebagai kandidat juara setelah memenangi KOVO Cup 2025.
Kim Ho-chul mengungkapkan faktor teknis mengenai kendala performa anak asuhnya serta kendala pencarian posisi pemain yang stabil sepanjang bergulirnya kompetisi musim ini.
"Kami telah memberikan segalanya hingga titik penghabisan. Para pemain kami telah bekerja keras. Namun tidak beruntung kami tidak mendapat sentuhan akhir yang kami butuhkan karena kami tidak mendapat seorang setter yang stabil," ungkap Kim Ho Chul dikutip dari Sports Chosun.
Mantan pemain penyerang di liga Italia itu juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada manajemen, staf, serta seluruh pendukung setia karena tidak bisa memenuhi target awal klub.
"Pemain kami telah melalui waktu yang sulit dengan kekalahan beruntun ini. Tim divisi voli kami telah bekerja keras dan banyak membantu kami. Saya berterima kasih kepada staf IBK.
Saya juga meminta maaf karena gagal menepati janji saya kepada penggemar. Saya pikir hari ini adalah akhir dari saya. Saya telah mengakhirinya di sini dan akan menyemangati mereka dari luar," pamit Kim Ho Chul.
Ia membeberkan bahwa keputusan untuk meletakkan jabatan sebenarnya sudah dipikirkan sejak kekalahan telak dari Hi Pass pada Selasa (19/11) lalu, meskipun manajemen klub sempat menolak pengunduran diri tersebut.
"Klub berusaha menahan saya, namun ini terlihat bukan yang terbaik. Saya merasa perlu adanya atmosfer yang berubah. Melanjutkan hal seperti ini hanya akan menyakiti orang-orang yang mencintai permainan ini," beber Kim Ho Chul.
Pelatih kawakan itu mengaku sedih meninggalkan tim dalam situasi sulit, namun dirinya yakin bahwa perubahan ini diperlukan demi kebaikan performa tim ke depan.
"Tetapi, ini adalah keputusan yang tepat. Saya akan menjadi pendukung terdepan mereka dari luar, sehingga IBK dapat meraih hasil yang dijanjikan di awal," kata Kim Ho Chul.
Merespons pengunduran diri mendadak tersebut, pihak manajemen IBK Altos merilis pernyataan resmi untuk menghormati keputusan sang juru taktik serta berkomitmen segera membenahi internal tim.
"Kami berterima kasih atas kepemimpinan yang berdedikasi Anda. Walaupun kami sangat kecewa dengan keputusan cepat ini, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengisi kekosongan dan membantu tim menemukan kestabilan dan bangkit sesegera mungkin," tulis manajemen IBK Altos.
Ujian pertama bagi IBK Altos pasca-ditinggal pelatih kepala adalah laga kandang menjamu juara bertahan Heungkuk Pink Spiders pada Rabu, 26 November mendatang pukul 17.00 WIB.






