KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

17 Juni 2026, 12:46 WIB

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025, setelah sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dan mengalami hilang kontak.

Insiden kecelakaan laut ini memicu respons cepat dari aparat keamanan setempat. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra bersama instansi terkait langsung menggelar rapat koordinasi untuk menangani kejadian tersebut pada Kamis, 3 Juli 2025, sebagaimana dilansir dari Papanskor.

Data sementara dari pihak berwenang mencatat bahwa kapal tersebut mengangkut total 65 orang yang terdiri atas 53 penumpang dan 12 kru kapal. Selain membawa puluhan orang, kapal tersebut juga mengangkut 22 unit kendaraan dari berbagai jenis.

Otoritas pelabuhan menjelaskan bahwa kronologi kejadian dimulai saat kapal berangkat pada pukul 22.56 WIB. Kapal kemudian mulai mengirimkan sinyal darurat pada pukul 23.20 WIB, sebelum akhirnya petugas jaga Syahbandar dari Pelabuhan Ketapang melaporkan bahwa kapal telah tenggelam sekitar 15 menit setelah sinyal dikirimkan.

Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi memberikan keterangan mengenai komunikasi terakhir yang sempat terjalin sebelum kapal nahas tersebut hilang dari radar.

"Sebelum kapal dinyatakan hilang kontak, ada komunikasi singkat antara awak kapal sekitar 20 menit sebelumnya," ungkap Capt. Purgana, Kepala KSOP Tanjung Wangi.

Proses evakuasi korban segera dilaksanakan sejak Kamis, 3 Juli 2025 dini hari oleh tim penyelamat. Pada pukul 04.15 WIB, sebanyak empat penumpang ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Cekik, Gilimanuk, dan langsung dievakuasi ke Kantor BPTD Gilimanuk untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian berlanjut hingga pukul 06.00 WIB dan berhasil menemukan 15 orang selamat di perairan Pebuahan yang kemudian dibawa ke dermaga ASDP Gilimanuk. Namun, pada pukul 07.40 WIB, tim evakuasi menemukan 4 korban dalam kondisi meninggal dunia yang langsung dibawa ke RSUD Negara.

Hingga saat ini, Basarnas memimpin jalannya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi kejadian. Operasi tersebut mengerahkan sembilan kapal dari berbagai unsur instansi terkait, termasuk TNI AL, Polairud, dan KSOP.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang