Kuala Selangor Tawarkan Wisata Alam dari Elang Hingga Kunang-Kunang

6 Agustus 2026, 11:02 WIB

Kuala Selangor menghadirkan daya tarik ekowisata yang kontras dengan hiruk-pikuk gedung pencakar langit Kuala Lumpur. Kota pesisir yang berjarak sekitar 55 kilometer di sebelah barat daya Kuala Lumpur ini melestarikan kawasan muara dan hutan mangrove yang menjadi habitat satwa dilindungi. Pengalaman outdoor dapat dimulai dari Sky Mirror Jetty yang berlokasi di Jalan Sultan Mahmud, Kuala Selangor, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Dari dermaga ini, wisatawan dapat menaiki kapal untuk menyaksikan kawanan elang berburu secara langsung di alam bebas. Tarif tur menyusuri muara ini dibanderol mulai dari 35 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp154 ribuan per orang. Setiap kapal mampu memuat hingga 18 penumpang, dengan prosedur keselamatan yang mewajibkan seluruh peserta mengenakan pelampung sebelum berlayar.

Pemandu kapal akan mengarahkan perjalanan melintasi vegetasi mangrove menuju area perburuan elang Brahminy Kite (Haliastur indus). Spesies yang dikenal sebagai elang laut punggung merah ini memiliki ciri khas bulu putih di area kepala hingga perut serta warna cokelat kemerahan pada bagian punggung.

Guna menjaga ketenangan fauna lokal, nakhoda akan mematikan mesin kapal saat mendekati titik pengamatan. Atraksi berdurasi sekitar 45 menit ini memperlihatkan manuver elang yang terbang rendah menyambar cacahan ikan yang ditebarkan ke permukaan air. Aktivitas berwisata di kawasan pesisir ini berlanjut dengan menikmati sajian kuliner laut khas muara. Rumah makan lokal seperti Qun Hua Kuala Selangor Seafood menyediakan pilihan bahan segar mulai dari ikan, kerang, udang, hingga kepiting yang dapat dipilih langsung oleh pengunjung.

Berbagai hidangan berkonsep Chinese Food disajikan segar, mulai dari olahan kepiting saus telur asin, udang goreng gandum, kerang saus lada hitam, hingga cumi goreng tepung. Menu olahan laut tersebut disajikan lengkap bersama sajian pendamping seperti cah brokoli. Perjalanan ekowisata malam hari ditutup dengan menyusuri habitat kunang-kunang di sepanjang rumpun mangrove. Keberadaan populasi serangga pemendar cahaya ini menjadi indikator biologis bahwa ekosistem lingkungan di Kuala Selangor masih terjaga dengan asri dan bebas dari pencemaran.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang