Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah di sejumlah bank besar seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI menguat hingga menembus level Rp18.000 per USD pada transaksi Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan data resmi perbankan, pergerakan kurs valuta asing hari ini menunjukkan fluktuasi signifikan baik pada nilai transaksi e-Rate, TT Counter, maupun Bank Notes.
Penguatan nilai tukar mata uang Paman Sam ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global serta acuan nasional yang ditetapkan Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pertanyaan warga mengenai "kurs dollar hari ini berapa?" menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan transaksi valas.
Bank Central Asia (BCA) memperbarui nilai tukar USD/IDR pada perdagangan hari ini dengan perbedaan tarif berdasarkan jalur transaksi. Untuk layanan e-Rate, BCA menetapkan kurs beli sebesar Rp17.970 dan kurs jual mencapai Rp18.005. Sementara itu, pada kanal TT Counter dan Bank Notes, BCA mematok angka beli Rp17.820 dan angka jual sebesar Rp18.100 per dolar AS.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga mencatatkan pergerakan harga jual beli yang cukup bersaing bagi para nasabahnya. Berdasarkan estimasi perbandingan kurs perbankan, Bank Mandiri menetapkan harga jual USD sebesar Rp18.678 dan harga beli Rp17.663. Pada penawaran lain di pasar perbankan nasional, estimasi harga jual BCA berada di kisaran Rp18.715 dengan harga beli Rp17.627.
Terdapat beberapa tipe kurs yang diterapkan oleh perbankan nasional dalam melayani kebutuhan transaksi perbankan harian masyarakat:
- e-Rate: Kurs khusus yang digunakan untuk transaksi elektronik melalui digital banking seperti mobile banking dan internet banking.
- TT Counter: Kurs yang berlaku untuk transaksi transfer telegrafis atau pemindahbukuan langsung di teller kantor cabang.
- Bank Notes: Kurs tunai yang berlaku saat nasabah melakukan penukaran uang kertas valas fisik di kantor bank.
Memahami Mekanisme Perhitungan dan Faktor Pengaruh Kurs
Masyarakat sering kali mempertanyakan "perbedaan kurs jual dan kurs beli apa?" dalam transaksi mata uang asing sehari-hari. Secara teknis, kurs jual adalah harga yang ditetapkan oleh pihak bank saat menjual valuta asing kepada nasabah, sedangkan kurs beli merupakan harga yang digunakan bank ketika membeli valuta asing milik nasabah.
Selain kurs jual dan beli, dikenal pula istilah kurs tengah yang dipublikasikan oleh otoritas moneter. Kurs tengah merupakan nilai rata-rata aritmatis antara kurs jual dan kurs beli yang umumnya digunakan untuk pembukuan akuntansi, pencatatan keuangan perusahaan, serta penghitungan pajak, dan bukan untuk transaksi tunai langsung di lapangan.
Informasi ini bukan saran investasi atau rekomendasi transaksi valuta asing. Nilai tukar mata uang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar moneter.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini sangat bergantung pada serangkaian indikator ekonomi eksternal maupun internal. Kebijakan suku bunga dari Bank Sentral AS (The Fed), tingkat inflasi domestik dan global, kinerja neraca perdagangan Indonesia, hingga kondisi stabilitas geopolitik dunia menjadi faktor utama yang terus mempengaruhi fluktuasi harian.
Perbandingan Penawaran Kurs Perbankan
Berikut adalah ringkasan perbandingan acuan nilai tukar dolar AS pada perdagangan perbankan per 3 Agustus 2026:
| Nama Bank | Jenis Kurs | Kurs Beli (IDR) | Kurs Jual (IDR) |
|---|---|---|---|
| Bank BCA | e-Rate | 17.970 | 18.005 |
| Bank BCA | TT Counter | 17.820 | 18.100 |
| Bank BCA | Bank Notes | 17.820 | 18.100 |
| Bank Mandiri | Estimasi Pasar | 17.663 | 18.678 |
Bagi nasabah yang rutin beraktivitas dengan valuta asing, kepastian mengenai "kapan kurs bca diupdate setiap hari" menjadi informasi krusial agar bisa mendapatkan nilai tukar terbaik. Pihak perbankan biasanya memperbarui papan kurs secara real-time di aplikasi digital mereka mengikuti pergerakan pasar uang internasional yang terus berjalan sepanjang hari kerja.







