Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah di empat bank besar nasional, yakni Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan pergerakan variatif pada perdagangan Sabtu (8/8/2026). Dinamika kurs perbankan ini terjadi setelah nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 0,10 persen ke posisi Rp17.941 per dolar AS pada akhir pekan.
Pergerakan nilai tukar ini menjadi perhatian publik, terutama pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan transaksi valuta asing. Banyak nasabah yang melontarkan pertanyaan seperti "berapa kurs dolar di bank" sebelum melakukan transaksi beli maupun jual mata uang negeri paman sam tersebut.
Berdasarkan data resmi perbankan, penawaran kurs valuta asing disajikan dalam beberapa kategori transaksi, meliputi e-rate, tt counter, dan special rate. Setiap kategori disesuaikan dengan metode transaksi yang digunakan oleh nasabah.
Kurs Dolar AS di PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
BCA menetapkan nilai tukar dolar AS yang bersaing untuk para nasabahnya. Untuk layanan e-rate, bank swasta terbesar ini mematok harga beli di level Rp17.908 per dolar AS dan harga jual di angka Rp17.928 per dolar AS. Sementara itu, pada transaksi sebelumnya di awal bulan, kurs e-rate BCA sempat berada pada kisaran Rp17.990 untuk kurs beli dan Rp18.080 untuk kurs jual.
Kurs Dolar AS di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Mandiri menawarkan tingkat kurs khusus atau special rate yang kompetitif bagi pengguna layanan digital perbankan. Bank BUMN ini mematok harga beli dolar AS sebesar Rp18.040, sedangkan harga jual dipatok pada level Rp18.070 per dolar AS. Terdapat rentang sekitar Rp30 antara harga beli dan harga jual pada kategori tersebut.
Kurs Dolar AS di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
BRI juga melakukan penyesuaian papan kurs valuta asing secara berkala. Melalui fasilitas e-rate, bank yang berfokus pada segmen UMKM ini mencatatkan nilai beli dolar AS sebesar Rp17.897 dan nilai jual sebesar Rp18.099. Angka ini mencerminkan dinamika permintaan valas di jaringan perbankan BRI.
Kurs Dolar AS di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
BNI menerapkan kisaran kurs yang terbilang stabil pada penutupan pekan ini. Pada kategori special rate, BNI mematok harga beli sebesar Rp17.970 per dolar AS dan menetapkan harga jual di posisi Rp18.070 per dolar AS.
Perbandingan Tabel Kurs Dolar AS Perbankan
Berikut adalah perbandingan data kurs jual dan beli dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI berdasarkan kisaran acuan transaksi e-rate dan special rate terkini:
| Nama Bank | Jenis Rate | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | e-rate | 17.908 | 17.928 |
| Bank Mandiri | special rate | 18.040 | 18.070 |
| BRI | e-rate | 17.897 | 18.099 |
| BNI | special rate | 17.970 | 18.070 |
Faktor Eksternal dan Fluktuasi Rupiah
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami fluktuasi cukup tinggi dalam beberapa rentang waktu terakhir. Pada akhir Juli 2026 lalu, rupiah sempat menguat 0,49 persen hingga menyentuh angka Rp18.022 per dolar AS. Bahkan, pada Kamis (6/8/2026), mata uang Garuda sempat menguat signifikan ke posisi Rp17.913 per dolar AS sebelum kembali terdepresiasi tipis ke level Rp17.941 per dolar AS pada perdagangan Jumat (7/8/2026).
Kondisi ini terbilang dinamis jika dibandingkan dengan pergerakan historis sebelumnya, seperti pada 3 November 2025 di mana rupiah tercatat berada di level Rp16.649 per dolar AS usai melemah 0,11 persen. Perubahan peta ekonomi global serta sentimen pasar modal domestik menjadi pemicu utama pergeseran nilai tukar mata uang ini.
Informasi nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar. Pantau informasi kurs resmi secara berkala sebelum melakukan transaksi perbankan.
Masyarakat dan pelaku bisnis yang berencana melakukan transaksi valuta asing diimbau untuk terus memeriksa pembaruan papan kurs di aplikasi perbankan digital masing-masing bank sebelum bertransaksi.






