Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengalami penguatan pada Kamis, 6 Agustus 2026 di tengah pelemahan dolar global. Pergerakan ini terjadi di Jakarta seiring data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi pasar dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed.
Kurs di Bank Central Asia (BCA)
Berdasarkan data resmi BCA per 6 Agustus 2026, kurs e-Rate untuk pembelian dolar tercatat Rp17.990 dan penjualan Rp18.080. Sementara untuk TT Counter dan Bank Notes, nilai beli dolar berada di Rp17.870 dan jual Rp18.150.
Kurs di Bank Mandiri
Bank Mandiri menetapkan special rate beli dolar di Rp18.040 dan jual Rp18.070. Sedangkan untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes, kurs beli mencapai Rp17.800 dan jual Rp18.100.
Kurs di Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Kurs e-Rate Bank BRI memperlihatkan nilai beli dolar sebesar Rp17.897 dan jual Rp18.099. Transaksi TT Counter di BRI menetapkan kurs beli Rp17.870 dan jual Rp18.170.
Kurs di Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI juga menunjukkan nilai tukar yang relatif stabil dengan kisaran serupa bank-bank besar lainnya, mendukung kelancaran transaksi valuta asing di pasar domestik.
Faktor Penguatan Kurs dan Konteks Pasar
Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini didorong oleh pelemahan dolar yang tertekan data ekonomi AS di bawah ekspektasi serta sinyal pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Data terakhir menunjukkan Rupiah menguat ke level Rp18.022 per dolar pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026 dengan penguatan sebesar 0,49%.
Prediksi kisaran perdagangan rupiah pada pekan awal Agustus 2026 berada pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS, sesuai dengan dinamika pasar dan sentimen global saat ini.
Perbandingan Kurs Hari Ini dengan Data Sebelumnya
| Bank | Tanggal | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA (e-Rate) | 6 Agustus 2026 | 17.990 | 18.080 |
| BCA (TT Counter) | 6 Agustus 2026 | 17.870 | 18.150 |
| Bank Mandiri (Special Rate) | 6 Agustus 2026 | 18.040 | 18.070 |
| Bank Mandiri (TT Counter) | 6 Agustus 2026 | 17.800 | 18.100 |
| BRI (e-Rate) | 6 Agustus 2026 | 17.897 | 18.099 |
| BRI (TT Counter) | 6 Agustus 2026 | 17.870 | 18.170 |
Pengaruh Data Ekonomi AS dan Sinyal The Fed
Pelemahan dolar AS yang ikut mendukung penguatan rupiah ini didorong oleh data ekonomi yang kurang menggembirakan di Amerika Serikat serta ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuka ruang bagi rupiah untuk menguat terhadap dolar dalam jangka pendek.
Menurut analis keuangan pasar valuta asing, sentimen global serta kebijakan moneter AS menjadi faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar rupiah saat ini.
"Data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi dan sinyal pemangkasan suku bunga membuka peluang penguatan rupiah terhadap dolar pada awal Agustus 2026," ujar pengamat pasar keuangan dari sebuah lembaga riset ekonomi.
Penutup dan Informasi Tambahan
Kurs dolar di bank-bank besar nasional seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI menjadi barometer pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar domestik. Pergerakan kurs ini penting dipantau oleh pelaku usaha dan masyarakat umum yang melakukan transaksi valuta asing.
Data ini relevan untuk memahami dinamika pasar serta faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah di tengah kondisi ekonomi global yang terus berubah.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.






