Kurs dolar AS di sejumlah bank besar Indonesia yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Data terkini menunjukkan pergerakan nilai tukar ini terjadi di pasar domestik saat pembukaan transaksi hari ini di Jakarta.
Kurs BCA
Bank Central Asia (BCA) mencatat kurs jual dolar AS berada di kisaran Rp18.000 per dolar, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp18.022. Sedangkan kurs beli tercatat di angka Rp17.890, menunjukkan adanya penyesuaian mengikuti tren pasar valas terbaru.
Kurs Bank Mandiri
Bank Mandiri juga menunjukkan tren penurunan kurs dolar AS. Kurs jual berada pada Rp18.010, turun dari posisi Rp18.030 pada perdagangan Kamis, dan kurs beli di angka Rp17.880. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap kondisi ekonomi regional dan global.
Kurs BRI dan BNI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan kurs serupa dengan BCA dan Mandiri. BRI menetapkan kurs jual di Rp18.015 dan beli di Rp17.885, sementara BNI menetapkan kurs jual Rp18.012 dan beli Rp17.882, masing-masing mengalami penyesuaian turun dibanding posisi sehari sebelumnya.
Konteks dan Faktor Penguatan Rupiah
Penurunan kurs dolar AS ini sejalan dengan penguatan rupiah yang tercatat menguat sebesar 0,11% pada perdagangan 6 Agustus 2026, mencapai Rp17.913 per dolar AS di pasar spot. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah ini didukung oleh mayoritas mata uang regional Asia yang juga menguat terhadap dolar AS.
"Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS," ujar Lukman Leong, analis Doo Financial Futures.
Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang relatif stabil dan sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, data dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia juga berperan memperkuat posisi rupiah di pasar valas.
Perbandingan Kurs Terbaru dengan Periode Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan kurs pembukaan pasar pada 17 Oktober 2025 yang sebesar Rp16.593, nilai tukar rupiah saat ini memang masih melemah secara historis, tetapi menunjukkan penguatan dalam jangka pendek selama beberapa bulan terakhir. Fluktuasi ini menjadi ciri khas pasar valuta asing yang dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan domestik.
Informasi Tambahan dan Cara Memantau Kurs Valas
Kurs dolar di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI biasanya diperbarui setiap hari kerja (Senin sampai Jumat) kecuali saat hari libur nasional. Indonesia memiliki beberapa jenis kurs seperti kurs e-rate untuk transaksi elektronik dan kurs TT counter untuk transaksi tunai di counter bank yang dapat berbeda-beda.
Nasabah dan pelaku pasar disarankan untuk memantau kurs secara rutin melalui situs resmi bank ataupun sumber resmi terpercaya agar mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
| Bank | Kurs Jual (Rp) | Kurs Beli (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 18.000 | 17.890 |
| Mandiri | 18.010 | 17.880 |
| BRI | 18.015 | 17.885 |
| BNI | 18.012 | 17.882 |
- Kurs dolar mengalami penurunan pada 7 Agustus 2026 di bank besar Indonesia.
- Rupiah menguat di pasar spot dengan level Rp17.913 per dolar AS pada 6 Agustus 2026.
- Faktor penguatan rupiah terkait pergerakan mata uang regional Asia dan kondisi ekonomi global.
- Kurs valas di bank diperbarui setiap hari kerja dengan variasi berdasarkan jenis transaksi.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.







