Persaingan perebutan penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 2026 kini semakin memanas. Dilansir dari Papanskor, gelaran bergengsi ini telah memasuki babak perempat final dan hanya menyisakan delapan tim terbaik. Prancis berhasil mengamankan tiket semifinal setelah menumbangkan Maroko dengan skor 2-0 pada pertandingan perempat final.
Laga tersebut berlangsung pada Jumat (10/7/2026) dini hari waktu Indonesia. Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, tampil gemilang dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-60. Pemain bernomor punggung 10 tersebut kemudian menyumbang umpan matang untuk gol Ousmane Dembele pada menit ke-66.
Tambahan kontribusi tersebut membuat Kylian Mbappe kini mengoleksi total 8 gol dan 3 asis sepanjang turnamen. Catatan impresif ini menempatkan dirinya di posisi teratas dalam perburuan gelar top skor menurut data resmi FIFA.com.
Posisi Kylian Mbappe di puncak daftar belum sepenuhnya aman dari kejaran para kompetitor. Kapten Argentina, Lionel Messi, menguntit di posisi kedua dengan jumlah koleksi gol yang sama persis, yaitu 8 gol. Kylian Mbappe sementara ini hanya unggul dalam aspek jumlah umpan gol, sedangkan Lionel Messi baru mencatatkan 1 asis. Namun, penyerang berusia 39 tahun tersebut masih memiliki tabungan satu pertandingan di babak perempat final.
Tim nasional Argentina dijadwalkan bertanding melawan Swiss pada Minggu (12/6) pagi waktu Indonesia. Lionel Messi berpeluang besar melampaui capaian Mbappe jika mampu membobol gawang Swiss dalam laga tersebut. Selain Lionel Messi, ancaman juga datang dari penyerang Norwegia, Erling Haaland, yang mengemas 7 gol setelah mencetak dua gol ke gawang Brasil. Kapten Inggris, Harry Kane, juga masuk dalam radar persaingan dengan torehan 6 gol.
Inggris dan Norwegia akan saling berhadapan pada laga perempat final yang digelar Minggu (12/7) dini hari WIB. Harry Kane atau Erling Haaland berpotensi melewati perolehan Mbappe andai mampu mencetak minimal dua atau tiga gol.
Kriteria Penentuan Pemenang Sepatu Emas Adidas
Penghargaan Sepatu Emas adidas secara regulasi akan dianugerahkan kepada pemain dengan koleksi gol paling banyak di akhir turnamen. FIFA menerapkan aturan ketat jika terdapat dua pemain atau lebih yang mengoleksi jumlah gol sama.
Jumlah asis yang ditentukan oleh FIFA Technical Study Group akan menjadi indikator penentu pertama untuk memecahkan situasi imbang tersebut. Pemain dengan jumlah umpan berbuah gol lebih banyak akan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi.
Apabila jumlah gol dan asis di antara para pemain masih tetap sama, maka regulasi beralih ke total menit bermain. Pemain yang mengumpulkan menit bermain paling sedikit sepanjang turnamen akan dinyatakan sebagai pemenang penghargaan.







