La Liga Protes Kemitraan FIFA Dan ExpressVPN Di Piala Dunia 2026

6 Agustus 2026, 12:31 WIB

La Liga dan Asosiasi untuk Perlindungan Program Olahraga (APPS) mengajukan keberatan resmi kepada FIFA terkait penunjukan ExpressVPN sebagai sponsor Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil karena perusahaan VPN tersebut dinilai memfasilitasi pembajakan siaran olahraga, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pengumuman ExpressVPN sebagai pendukung keamanan siber dan sponsor terakhir turnamen dilakukan FIFA pada 11 Juni. Sejak saat itu, promosi penyedia layanan jaringan privat virtual tersebut mulai ditampilkan di berbagai stadion penyelenggara Piala Dunia 2026.

Presiden La Liga, Javier Tebas, menilai kesepakatan sponsorship tersebut telah melanggar komitmen perlindungan hak siar sepak bola. Keberatan ini disampaikan langsung melalui surat resmi yang ditujukan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Kesepakatan yang jelas tidak sejalan dengan prinsip perlindungan hak siar," kata Javier Tebas, Presiden La Liga.

Surat protes tersebut turut menyoroti berbagai putusan hukum yang sebelumnya telah dijatuhkan Pengadilan Negeri Paris terhadap pihak ExpressVPN. Langkah hukum juga sempat ditempuh oleh sejumlah lembaga penyiaran seperti beIN Sports Prancis dan Canal+.

"Saya menulis atas nama La Liga untuk menyampaikan keberatan resmi terkait pengumuman terbaru mengenai perjanjian sponsorship antara FIFA dan ExpressVPN. La Liga memandang perjanjian ini jelas tidak sejalan dengan prinsip-prinsip perlindungan hak siar sepak bola yang seharusnya menjadi pedoman bagi badan sepak bola tertinggi di dunia," cetus Tebas.

Penunjukan ini dinilai dapat memberikan legitimasi bagi pihak yang memfasilitasi akses konten ilegal serta memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan. Hingga saat ini, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas surat keberatan tersebut.

"Fakta bahwa FIFA menjalin kemitraan dengan sebuah perusahaan yang layanannya secara aktif memfasilitasi pembajakan konten olahraga mengirimkan pesan yang sangat buruk kepada seluruh ekosistem sepak bola. Selain itu, hal ini berpotensi memengaruhi proses hukum yang saat ini masih berlangsung. La Liga, beIN Sports Prancis, Canal+, dan berbagai organisasi olahraga lainnya telah mengajukan tuntutan hukum terhadap ExpressVPN di berbagai yurisdiksi. Kontrak sponsorship dengan FIFA ini memberikan kesan legitimasi kepada sebuah perusahaan yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memfasilitasi akses terhadap konten bajakan," tegas Tebas.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang