Layang-Layang Ganggu Operasional Kereta Cepat Whoosh

15 Juni 2026, 07:01 WIB

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan gangguan operasional akibat layang-layang pada moda transportasi Kereta Cepat Whoosh sepanjang Juni 2025, seperti dilansir dari Papanskor. Sebanyak 50 insiden tercatat memicu penundaan serta hambatan perjalanan demi keselamatan lintasan, termasuk keterlambatan layanan hingga 50 menit pada Senin, 23 Juni 2025. Peningkatan drastis kasus ini mulai terjadi sejak April hingga periode libur sekolah di bulan Juni, yang memicu pengetatan pengawasan di area rawan seperti Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah kejadian yang signifikan dibandingkan dengan awal tahun.

"Awal tahun hanya tercatat 7 hingga 8 kejadian per month. Tapi mulai April, angkanya melonjak di atas 20 kejadian," ujar Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC. Aktivitas bermain layang-layang dalam radius 500 meter dari jalur rel dinilai memiliki risiko tinggi karena dapat menyebabkan korsleting dan pemadaman arus jika tersangkut di kabel Listrik Aliran Atas (LAA).

"Setiap kali terdeteksi ada benda asing seperti layang-layang yang tersangkut, petugas harus menurunkan kecepatan kereta," lanjut Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC. Kawasan Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat yang tergolong pemukiman padat menjadi titik perhatian utama karena adanya kenaikan aktivitas bermain anak-anak selama masa liburan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tahu dan guru, agar menjaga anak-anak untuk tidak bermain layang-layang dekat jalur Whoosh," tutup Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang