Pertahanan rapuh pada babak kedua menjadi pemicu utama kekalahan pertama Liverpool di rangkaian pramusim 2026. Laga yang berlangsung di Soldier Field, Chicago, pada Senin (3/8/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 2-4 untuk keunggulan Leeds United, seperti dilansir dari Bola. The Reds sebenarnya sempat memegang kendali permainan dan unggul dua gol tanpa balas hingga akhir babak pertama.
Keunggulan skuad asuhan Andoni Iraola dibuka oleh Luke Chambers lewat penyelesaian jarak dekat yang sukses menjebol gawang lawan. Pemain anyar Florian Wirtz kemudian memperlebar keunggulan Liverpool pada menit ke-40. Gelandang berkebangsaan Jerman tersebut memanfaatkan umpan silang Jeremie Frimpong dengan menyambar bola lewat tendangan voli ciamik.
Situasi laga berbalik total usai jeda antarbabak. Manajer Leeds United, Daniel Farke, menerapkan penyesuaian strategi, sementara Liverpool memutuskan melakukan rotasi pemain secara masif.
Perubahan komposisi pemain tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Leeds yang tampil lebih agresif. Dalam kurun waktu 25 menit, Leeds melancarkan serangan balik cepat yang berulang kali merobek barisan pertahanan The Reds. Empat gol balasan sukses diraih Leeds secara beruntun tanpa sanggup direspon oleh Liverpool. Keberhasilan membalikkan keadaan ini memastikan kemenangan 4-2 untuk kebangkitan impresif Leeds United.
Krisis Lini Belakang Jadi Pekerjaan Rumah Iraola
Ketiadaan bek utama seperti Joe Gomez, Jeremy Jacquet, dan Virgil van Dijk terbukti mengurangi kestabilan sektor belakang Liverpool. Absennya figur penting tersebut membuat koordinasi antarbek memburuk pasca pergantian pemain.
Kerapuhan organisasi pertahanan ini memicu sejumlah kesalahan individu yang langsung dimanfaatkan lawan. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan serius bagi manajer Andoni Iraola sebelum resmi mengarungi kompetisi Premier League 2026/2027.
Pelatih asal Spanyol itu dihadapkan pada tugas mendesak untuk menambal celah di lini belakang. Meski demikian, performa impresif duo Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong pada babak pertama tetap menjadi catatan positif yang bisa dikembangkan lebih lanjut.






