Lionel Messi Menangis Haru Usai Argentina Tekuk Mesir

8 Juli 2026, 06:46 WIB

Air mata Lionel Messi tumpah setelah pertandingan sengit antara Argentina melawan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir. Pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium pada Selasa, 7 Juli 2026 malam WIB tersebut melahirkan lima gol penuh drama. Dikutip dari Papanskor, Mesir yang dikomandoi Mohamed Salah sempat memimpin laga dengan keunggulan dua gol terlebih dahulu.

Situasi ini membuat Argentina bersama sang kapten, Lionel Messi, berada dalam tekanan besar, terlebih setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

Setelah tertinggal selama lebih dari 75 menit, gelombang serangan Argentina yang tidak berhenti akhirnya membuahkan hasil manis. Lionel Messi memberikan asis matang untuk gol pertama yang diselesaikan oleh Cristian Romero.

Tidak lama berselang, Lionel Messi sendiri yang mencetak gol penyama kedudukan sebelum Enzo Fernandez mengunci kemenangan Argentina. Gol penentu dari Enzo Fernandez tersebut sekaligus memupus harapan skuad Mesir untuk melaju ke babak delapan besar.

Momen menarik terjadi setelah peluit panjang berbunyi ketika Lionel Messi justru menitikkan air mata kelegaan di atas lapangan. Sebaliknya, Mohamed Salah terlihat lebih tegar dan bahkan sempat bertukar jersei dengan mantan rekan setimnya, Alexis Mac Allister. Tangisan haru Lionel Messi di babak 16 besar ini memiliki arti yang sangat berbeda dengan tangisan Cristiano Ronaldo.

Jika Messi menangis karena lega bisa lolos dari laga sulit, Cristiano Ronaldo menangis karena kesedihan mendalam atas gugurnya Portugal.

Bagi Cristiano Ronaldo, kegagalan di usia 41 tahun ini menutup kesempatannya untuk meraih trofi tertinggi di level internasional. Berdasarkan laporan Liveherewego yang dipublikasikan Fabrizio Romano, Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar resmi menjadi pertandingan penutup karier Ronaldo di ajang Piala Dunia.

Perpisahan ini terasa menyesakkan mengingat Ronaldo telah berjuang dalam enam edisi Piala Dunia sejak tahun 2006.

Meski harus pulang, Ronaldo tetap memegang rekor impresif sebagai pesepak bola pertama yang selalu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur saat Portugal menang 2-1 atas Kroasia di babak 32 besar pada usia 41 tahun 147 hari.

Tambahan tiga gol di edisi 2026 ini juga membuat Ronaldo menjadi top skor sepanjang masa Portugal di Piala Dunia dengan total 11 gol melampaui reusebio.

Skenario Final Ideal yang Kandas

Tumbangnya Portugal di babak 16 besar memastikan duel impian antara dua pemain terbaik dunia di partai final resmi gagal terwujud. Padahal, jika Portugal mampu melewati Spanyol, Belgia, serta Prancis atau Maroko, mereka berpeluang bertemu Argentina di laga puncak. Skenario tersebut juga mengharuskan Argentina mengatasi perlawanan Swiss di babak 8 besar dan pemenang laga Norwegia vs Inggris di semifinal.

Pertemuan dua ikon sepak bola lintas benua ini pada akhir karier mereka kini hanya menjadi angan-angan.

Cristiano Ronaldo kini harus menyudahi perjalanannya lebih awal tanpa sempat membawa pulang trofi Piala Dunia. Sementara itu, Lionel Messi masih menjaga asa untuk membawa Argentina meraih gelar bintang keempat mereka. Kemenangan ini sekaligus membuka jalan bagi Messi untuk melampaui pencapaian dua kapten legendaris Argentina, Daniel Passarella dan Diego Maradona.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang