Luhut Ungkap Peran Bahlil dalam Kebijakan Larangan Ekspor Nikel

8 Agustus 2026, 07:02 WIB

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti kembali keputusan pemerintah merilis larangan ekspor bijih nikel pada awal Januari 2020 saat menghadiri peluncuran buku Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Bahlil Lahadalia yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal turut mengambil peran penting dalam melahirkan kebijakan hilirisasi tersebut meski sempat menghadapi tekanan internasional.

"Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor biji nikel, kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup. Ada yang menertawakan, namun sekarang saya kira Pak Bahlil tegap berdiri mengatakan kami bisa. Sebagian yang dulu mau menertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi," ujar Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi fondasi utama percepatan hilirisasi yang mendongkrak nilai ekspor produk turunan nikel secara signifikan. Perkembangan kawasan industri seperti Morowali dan Halmahera Tengah turut terdorong hingga masuk ke dalam rantai pasok global.

"Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, sekarang tumbuh dua digit yang menjadi bagian dari rantai pasok industri dunia," ujar Luhut.

Selain keberhasilan ekonomi, Luhut memberikan apresiasi atas keberanian Bahlil yang secara terbuka memaparkan sejumlah catatan evaluasi serta kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan hilirisasi di dalam bukunya.

Evaluasi tersebut mencakup persoalan pembagian hasil untuk daerah, peran pengusaha lokal, dampak lingkungan, hingga isu keselamatan kerja para pekerja di kawasan industri.

"Kemudian ada persoalan lingkungan, ada persoalan pekerja yang merenggut nyawa dan ini ditulis oleh Pak Bahlil secara terbuka. Mengkritik orang lain itu gampang. Mengkritik pekerjaan sendiri di buku yang di cerita atas nama sendiri, itu yang jarang terjadi. Untuk itu Pak Bahlil, saya angkat topi pada Anda," ujar Luhut.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang