Luis Figo meminta Presiden FIFA Gianni Infantino mundur dari jabatannya menyusul kontroversi proyek FIFA Forward Enterprise yang menimbulkan penolakan luas dari anggota FIFA, dilansir dari Detik Sport.
Proyek yang bertujuan mengelola aspek komersial turnamen FIFA itu akhirnya dibatalkan, namun Infantino kehilangan banyak pendukung dan menghadapi desakan untuk mundur. Meski demikian, Infantino menggelar rapat darurat FIFA di Casablanca sebagai upaya menggalang dukungan untuk pemilihan kembali pada Kongres FIFA 2027.
Infantino juga menjanjikan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030, yang menimbulkan ketegangan dalam tubuh FIFA. Situasi ini memicu kemarahan sejumlah tokoh sepakbola, termasuk Luis Figo yang menjadi eks pesepakbola pertama yang secara terbuka mengkritik Infantino.
"Saya mencintai sepakbola sepanjang hidup saya. Saya adalah pemain profesional selama 20 tahun. Dan percayalah, saya telah bertemu dengan beberapa orang licik semasa saya bermain," ujar Figo dalam surat terbuka di akun Instagramnya.
Figo melanjutkan kritiknya dengan keras terhadap perilaku Infantino dalam beberapa hari terakhir.
"Tetapi apa yang saya lihat dalam 10 hari terakhir adalah perilaku yang paling rendah, paling menipu, dan mementingkan diri sendiri yang pernah saya saksikan," ujarnya.
Menurut Figo, Infantino telah merendahkan jabatan Presiden FIFA dan berbohong demi keuntungan pribadi dengan mengorbankan permainan.
"Infantino telah merendahkan jabatan Presiden FIFA yang dia janjikan untuk diangkat. Dia telah berbohong, menipu, dan berupaya memperkaya dirinya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya dia layani," kata Figo.
Figo menambahkan bahwa Infantino sudah kehilangan dukungan dari berbagai pihak penting di dalam FIFA.
"Dia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini dan bahkan, tampaknya, pemenang FIFA Peace Prize," ujar Figo.
Figo menegaskan bahwa saat ini adalah waktu bagi Infantino untuk mundur demi menyelamatkan sepakbola.
"Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang," tutup Figo.







