Malaysia Siap Gantikan Balapan F1 Bahrain Musim 2026

7 Agustus 2026, 06:16 WIB

Sirkuit Internasional Sepang berpeluang besar kembali menjadi arena adu kecepatan Formula 1 pada awal Oktober 2026. Seperti dilansir dari Bola, lintasan di Malaysia ini disiapkan untuk mengisi slot kosong dalam kalender balapan jet darat. Jadwal sementara menempatkan rangkaian balapan di Sepang pada 2 hingga 4 Oktober 2026.

Keputusan ini diambil menyusul pembatalan ajang F1 di kawasan Timur Tengah untuk musim tersebut. Penyelenggaraan balapan di Sepang dinilai sangat efisien dari sisi logistik. Lokasinya berdekatan dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur dan hanya berjarak kurang dari satu jam penerbangan dari Singapura.

Meskipun adu kecepatan berlangsung di wilayah Malaysia, ajang ini secara resmi bakal menyandang nama Bahrain Grand Prix. Langkah unik ini diambil karena Pemerintah Bahrain bersedia mendanai penuh seluruh operasional lomba.

Pihak Bahrain mengajukan syarat agar identitas serta nama grand prix mereka tetap tercantum dalam kalender F1. Malaysia menyambut hangat tawaran pembiayaan tersebut karena tidak memiliki alokasi dana mandiri untuk menggelar balapan. Kehadiran F1 di Sepang akan menjadi momen kembalinya Malaysia ke panggung balapan mobil paling bergengsi setelah absen sejak 2017. Sebelumnya, masalah pembengkakan biaya dan penurunan penjualan tiket memaksa Malaysia mundur dari ajang ini.

Kendati sempat berhenti menggelar F1, Sirkuit Sepang tetap aktif dipakai untuk balapan MotoGP. Pengelola sirkuit juga terus merawat fasilitas agar selalu memenuhi standar teknis internasional dari FIA.

Dampak Konflik Timur Tengah pada Kalender F1

Pembatalan Grand Prix Bahrain 2026 yang sejatinya dijadwalkan pada 12 April resmi diputuskan pada 14 Maret. Langkah tegas ini terpaksa diambil akibat eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah, khususnya perang Iran. Kondisi keamanan yang tidak menentu juga berdampak pada pembatalan Grand Prix Arab Saudi yang semula diagendakan berlangsung pada 19 April 2026.

Evaluasi cermat dari Formula 1 dan FIA menyimpulkan wilayah tersebut kurang aman. Upaya awal pengelola F1 untuk menggeser jadwal balapan Bahrain ke awal Oktober akhirnya menemui jalan buntu. Konflik yang terus berlanjut memaksa pembatalan total, sehingga memangkas kalender F1 dari 24 menjadi 22 seri.

Sesuai perjanjian komersial yang berlaku, Formula 1 diwajibkan menggelar minimal 22 acara dalam satu musim. Oleh karena itu, kehadiran Sepang menjadi solusi krusial untuk memenuhi komitmen kontrak tersebut.

Sinyal Pemerintah Malaysia dan Rencana Alternatif

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberi sinyal kuat bahwa pengumuman resmi mengenai kembalinya F1 ke Sepang bakal disampaikan pada 26 Juli. Dukungan politik ini memperbesar peluang Sepang sebagai tuan rumah pengganti. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Taufiq Johari, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah mengkaji peluang mengambil alih slot kosong tersebut pada 24 Juli. "Kementerian pemerintah terkait sedang dalam diskusi rinci dengan Perdana Menteri," kata Taufiq Johari.

Dukungan juga datang dari Petronas, perusahaan minyak milik negara Malaysia sekaligus sponsor utama tim Mercedes F1. Petronas dilaporkan telah mendorong pengembalian ajang F1 ke Malaysia sejak tahun 2024.

Selain Sepang, beberapa sirkuit lain sempat masuk dalam radar pertimbangan jika konflik di Timur Tengah terus meluas hingga mengganggu seri Qatar dan Abu Dhabi. Sirkuit Imola di Italia menjadi kandidat utama penutup musim. Sirkuit Suzuka di Jepang, Portimao di Portugal, serta Istanbul Park di Turki juga sempat disebut sebagai opsi. Namun, pengerjaan konstruksi dan logistik membuat opsi luar Sepang dinilai kurang memungkinkan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang