Persaingan ketat di Stadion Pakansari bakal menyajikan duel sarat gengsi saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026. Pertandingan yang digelar Senin (3/8/2026) pukul 20.30 WIB ini menjadi momen krusial bagi kedua tim untuk mengamankan tiket menuju semifinal.
Pertemuan tersebut tidak hanya penting bagi posisi klasemen grup, tetapi juga menyeret kembali dinamika hubungan antara Marc Klok dan bek lawan, Doan Van Hau, sebagaimana dilansir dari Bola. Publik sepak bola nasional tentu mengingat gesekan tensi tinggi yang pernah melibatkan kedua pemain tengah dan belakang tersebut pada edisi sebelumnya.
Awal mula perseteruan kedua sosok ini mencuat saat leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah aksi pelanggaran keras yang dilakukan Van Hau terhadap penggawa Garuda memicu reaksi protes yang sangat tajam dari Klok.
Ketegangan antarpemain makin tak terelakkan sewaktu keduanya berada dalam situasi mengantisipasi tendangan sudut. Bentrok adu mulut di area penalti saat itu langsung menghiasi ingatan para penggemar sepak bola dari kedua negara.
Insiden Penolakan Jabat Tangan di Hanoi
Suasana panas rupanya berlanjut hingga pertandingan leg kedua di My Dinh Stadium, Hanoi. Memasuki menit ke-60, insiden yang paling membekas terjadi ketika tuan rumah hendak mengambil eksekusi sepak mojok.
Kala itu, Doan Van Hau berinisiatif mengulurkan tangan untuk mengajar jabat tangan, namun Marc Klok secara tegas memilih enggan merespons dan menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuh. Peristiwa tersebut memaksa wasit turun tangan langsung mendatangi kedua pemain guna menenangkan situasi agar laga dapat berlanjut.
Meskipun rekam jejak rivalitas personal tersebut kembali mencuat menjelang bentrokan di Stadion Pakansari, fokus utama jajaran pemain Indonesia tetap terpusat pada raihan poin penuh demi melangkah lebih jauh di ajang Piala AFF 2026.






