Marc Marquez Kecam Kritik Publik Usai Dominasi Balapan di Assen

17 Juni 2026, 07:01 WIB

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, meluapkan kemarahannya setelah menyelesaikan seri ke-10 MotoGP 2025 di Assen, Belanda. Evaluasi tajam ini ia sampaikan karena merasa publik kurang menghormati kerja keras para pembalap di lintasan.

Seperti dilansir dari Papanskor, balapan akhir pekan di Belanda tersebut tuntas pada Minggu, 29 Juni 2025. Marc Marquez sukses mengamankan poin penuh sebesar 37 poin setelah menyapu bersih kemenangan di sesi sprint dan balapan utama.

Kemarahan pembalap berusia 32 tahun asal Spanyol ini dipicu oleh kritik yang menyebut para pesaingnya tidak membalap dengan agresif saat ia menang dengan selisih waktu yang tipis.

Pada sesi sprint, Marc Marquez mengungguli Alex Marquez dari Ducati Gresini dengan margin hanya 0.351 detik. Sementara pada balapan utama, ia menyentuh garis finis 0.635 detik di depan Marco Bezzecchi yang membela Aprilia Racing.

Situasi tersebut membuat Marc Marquez menegaskan bahwa persaingan di Assen berjalan sangat sengit karena seluruh pembalap memiliki kecepatan yang setara. Usaha mempertahankan posisi terdepan diakuinya bukan perkara mudah.

"Ini sangat sulit," ujar Marc Marquez dikutip dari Crash usai balap utama.

"And based on this question, I want to say to everybody that they must respect all the riders because yesterday on the media they started to say 'ah, your brother didn't attack you like other riders', and some mechanics also told me that on social media people started to talk about this," beber Marc.

"Dan hari ini dengan Marco (Bezzecchi), mengapa dia tidak menyerang saya?"

"In the end, if the rider in front is in a very equal level, then in this race track it can be very close, and you cannot attack the other rider very easy," imbuh Marc Marquez.

"Jadi, kemarin saya bertahan dari (serangan) Alex dengan cara sebaik mungkin dan hari ini saya bertahan dari Marco dengan cara sebaik mungkin," jelasnya.

Rider dengan delapan gelar juara dunia di semua kelas grand prix ini menyadari bahwa kedua pesaingnya tersebut memiliki kecepatan lebih tinggi di tikungan 11 atau 12. Area tersebut merupakan titik tercepat sekaligus sektor terdekat di sirkuit.

Kondisi tikungan yang berdekatan membuat aksi menyalip menjadi mustahil jika pembalap di depan mampu menjaga jalur balap dengan tepat.

"And I was only strong on the braking point. So, I defended in the right way. In this way I took 37 points.

"Namun, sekali lagi, hormatilah pembalap MotoGP karena mereka semua membela warna mereka, membela tim mereka, dan semua di barisan ingin menang, tapi masalahnya hanya satu yang bisa menang," tegas Marc Marquez.

Ia mengingatkan kembali bahwa seluruh pembalap telah mengerahkan kemampuan maksimal. Meskipun hanya ada satu pemenang dalam setiap seri, pembalap yang gagal meraih podium teratas tidak selayaknya dipandang sebelah mata.

Persaingan selanjutnya untuk seri ke-11 MotoGP 2025 akan bergeser ke Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 11-13 Juli 2025 mendatang.

Marc Marquez tercatat memiliki rekor impresif di kelas utamanya sejak 2013 dengan mengemas delapan kemenangan di Sachsenring, yang tujuh di antaranya diraih berturut-turut. Dominasi kuat tersebut sempat terhenti akibat kecelakaan fatal di Jerez, Spanyol, yang menyebabkan cedera patah tulang lengan kanan.

Saat terakhir kali membalap di Sachsenring pada musim 2024 menggunakan motor GP23 bersama tim Gresini, ia meraih posisi kedua di balapan utama dan finis keenam di sesi sprint. Performa Marc Marquez kini dinantikan bersama tim pabrikan Ducati yang mempersenjatainya dengan motor GP25.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang